Tgk. Ahmada MZ Lam Ateuk - Santri Dayah Tradisional Berkiprah di Senayan
Zaenal September 06, 2026 01:03 AM

LATAR belakang sebagai santri dayah tradisional tidak menjadi penghalang untuk berkiprah di panggung politik nasional. Anggota Komisi III DPD RI asal Aceh, Tgk Ahmada, menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan dayah mampu melahirkan pemimpin yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman sekaligus mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat di tingkat pusat.

Lahir di Kampung Meulayo, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, pada 6 Juni 1986, Tgk Ahmada mengawali pendidikan formal di SD Gampong Meulayo. Sejak usia muda, ia memilih menempuh pendidikan berbasis pesantren yang kemudian membentuk karakter, pola pikir, dan cara pandangnya dalam menjalani kehidupan.

Perjalanan pendidikannya berlanjut di Dayah Istiqamatuddin Darul Mu'arif pada 2001 hingga 2005. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Dayah Istiqamatuddin Babul Mu'arif Meulaboh sampai 2008. 

Selama bertahun-tahun menjadi santri, ia tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, kesederhanaan, tanggung jawab, serta pentingnya mengabdi kepada masyarakat.

“Nilai-nilai yang ditanamkan di dayah menjadi modal utama kami ketika terjun ke ruang publik. Budaya musyawarah, sikap amanah, menghormati guru, dan mengutamakan kepentingan umat menjadi prinsip yang harus terus dibawa dalam setiap langkah pengabdian,” kata Tgk Ahmada, kala ditemui di kediamannya, di Mukim Lam Ateuk, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Selasa (28/7/2026).

Sebelum terpilih sebagai anggota DPD RI, Tgk Ahmada pernah menjabat sebagai anggota DPRK Aceh Besar periode 2014-2019 melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Setelah masa jabatannya berakhir, ia memutuskan tidak lagi bergabung dengan partai politik dan memilih melanjutkan pengabdian melalui jalur perseorangan hingga akhirnya terpilih sebagai anggota DPD RI mewakili Aceh.

Di Senayan, Tgk Ahmada menegaskan komitmennya untuk menyukseskan berbagai program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat. “Namun, sebagai wakil daerah, fokus utama saya tetap memastikan suara masyarakat Aceh mendapat ruang dalam setiap pembahasan kebijakan di tingkat nasional,” tegasnya.

Baca juga: Dari Dayah ke Senayan, Tgk Ahmada Lam Ateuk Terima Serambi Awards 2026

Perjuangkan Kesejahteraan Guru Dayah

Salah satu perhatian yang terus diperjuangkannya adalah peningkatan kesejahteraan guru dayah. Ia menilai guru dayah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda Aceh sehingga sudah semestinya mendapat perhatian lebih dari pemerintah. 

Di sisi lain, ia juga terus menyuarakan berbagai kepentingan yang berkaitan dengan penguatan eksistensi dayah. Menurutnya, alumni dayah harus mampu mematahkan stigma bahwa lulusan dayah hanya dapat berkiprah sebagai imam masjid atau guru agama. 

“Fakta saat ini menunjukkan banyak alumni dayah berhasil menjadi akademisi, birokrat, pengusaha, profesional, hingga politisi yang berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Tgk Ahmada, dalam menjalankan tugas sebagai anggota DPD RI, dirinya mengaku selalu berusaha hadir pada berbagai isu yang menyangkut kepentingan masyarakat Aceh. 

Mulai dari pembangunan daerah, penguatan pelaksanaan kekhususan Aceh, pendidikan Islam, hingga berbagai persoalan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat menjadi bagian dari perhatian yang terus ia kawal.

Ia juga menilai seorang santri yang memasuki dunia politik harus mampu menjaga integritas di tengah dinamika politik nasional. Menurutnya, jabatan hanyalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, sehingga kepentingan umat harus selalu ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.(*)

SERAHKAN PIALA – Pemred Serambi Indonesia Zainal Arifin M Nur didampingi Pemimpin Perusahaan Firdaus Darwis menyerahkan piala penghargaan Serambi Awards 2026 kepada Tgk Ahmada Lam Ateuk, pada Malam Apresiasi “Gebrakan Sang Pemimpin” yang digelar di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK) di Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (29/8/2026) malam.
SERAHKAN PIALA – Pemred Serambi Indonesia Zainal Arifin M Nur didampingi Pemimpin Perusahaan Firdaus Darwis menyerahkan piala penghargaan Serambi Awards 2026 kepada Tgk Ahmada Lam Ateuk, pada Malam Apresiasi “Gebrakan Sang Pemimpin” yang digelar di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK) di Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (29/8/2026) malam. (for serambinews)

 

Tetap Jaga Silaturahmi dengan Ulama

Di tengah kesibukannya sebagai senator, Tgk Ahmada mengaku tetap menjaga komunikasi dengan para ulama dan pimpinan dayah. Baginya, ulama merupakan tempat meminta nasihat sekaligus sumber pertimbangan moral dalam menyikapi berbagai persoalan strategis yang dihadapi.

Ia juga berpandangan bahwa dayah memiliki peran besar dalam mencetak pemimpin masa depan. Selain mempertahankan tradisi keilmuan Islam, dayah juga perlu memperkuat pendidikan kepemimpinan, literasi digital, bahasa asing, ekonomi, dan wawasan kebangsaan agar para santri semakin siap menghadapi tantangan zaman.

Kepada para santri muda, ia berpesan agar tidak pernah merasa minder ketika bersaing dengan lulusan sekolah umum. Menurutnya, selama memiliki niat baik untuk memperjuangkan kepentingan umat, santri memiliki peluang yang sama untuk berhasil di berbagai bidang.

“Harus berani, percaya diri, dan tidak perlu minder, karena atas nama kepentingan umat Allah SWT pasti akan membantu kita. Juga tentunya terus memperdalam ilmu, baik di dalam maupun di luar lingkungan dayah, jaga silaturahmi antar sesama dayah, santri, dan alumni santri dari semua dayah di Aceh,” ujarnya.(*)

DATA DIRI 

  • Nama lengkap: Tgk. Ahmada bin Tgk Muhammad Zamzami (Abu Ahmad Perti)
  • Tempat dan Tanggal Lahir: Kampung Melayo, Aceh Besar, 6 Juni 1986.

Riwayat Pendidikan

  • SD di Gampong Meulayo, Blang Bintang
  • Menempuh pendidikan pesantren, kemudian melanjutkan ke SMP Ingin Jaya
  • Dayah Istiqamatuddin Darul Mu'arif (2001–2005)
  • Dayah Istiqamatuddin Babul Mu'arif, Meulaboh (2004–2008)

Pengalaman Organisasi

  • Pengurus Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Aceh: 2011-sekarang
  • KNPI Aceh Besar
  • Ikatan Pemuda Aceh Besar (IPAR)

Pengalaman Politik

  • Anggota DPRK Aceh Besar periode 2014–2019 dari PPP
  • Sejak 2019 tidak lagi bergabung dengan partai politik
  • Terpilih sebagai anggota DPD RI Periode 2024-2029
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.