TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi.
Kali ini, karhutla terjadi di RT 06, Kelurahan Betara Kiri, Kecamatan Kuala Betara, pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Plt Kepala BPBD Tanjung Jabung Barat, Samsuhadi, mengatakan lahan yang terbakar merupakan area perkebunan dengan topografi dataran dan vegetasi berupa semak, kelapa, serta pinang.
Lahan tersebut berstatus areal penggunaan lain (APL) dengan jenis tanah liat. Perkebunan itu diketahui milik Asad, Salamah, dan Zulkifli.
“Luasan areal yang terbakar diperkirakan sekitar 3 hektare,” ujar Samsuhadi saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, Minggu (6/9/2026).
Dalam proses pemadaman, BPBD Tanjabbar mengerahkan delapan personel. Mereka dibantu dua anggota TNI, satu anggota Polri, tujuh personel Basarnas, delapan orang dari PT FIM, satu anggota Satpol PP Kuala Betara, serta 10 warga setempat.
Pemadaman juga melibatkan Camat Kuala Betara dan Lurah Betara Kiri.
Samsuhadi mengatakan, tim menggunakan satu unit mobil operasional, satu mesin GX 50, dan satu mesin V20x. Selain itu, digunakan empat gulung selang berukuran 1,5 inci, tujuh gulung selang 2,5 inci, dua nozzle 1,5 inci, satu nozzle 2,5 inci, serta satu konektor 2,5 inci ke 1,5 inci.
Hingga proses pemadaman berlangsung, belum ada bantuan helikopter untuk penanganan karhutla di lokasi tersebut.
“Giat fokus pada pemadaman dengan melakukan penyekatan untuk mencegah api meluas,” jelas Samsuhadi.
Ia menambahkan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.36 WIB. Tim kemudian melanjutkan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
“Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)
Baca juga: Kecelakaan Tol Palindra sebab Kabut Asap, Gubernur Sumsel: Jangan Mengambinghitamkan
Baca juga: Polri Tangani 169 Kasus Karhutla Termasuk di Jambi, Tersangka Didominasi Perorangan