Penerbangan dari Singapura ke Jakarta Dibatalkan Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
Malvyandie Haryadi September 06, 2026 11:36 AM

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Sejumlah penerbangan dari Singapura juga terdampak oleh erupsi Gunung Anak Krakatau, khususnya yang menuju Jakarta. 

Beberapa maskapai membatalkan penerbangan menuju Jakarta, sejak Sabtu malam kemarin (5/9/2026). 

Para penumpang yang telah siap untuk boarding di ruang tunggu bandara Changi tiba tiba mendapatkan pengumuman bahwa maskapai menunda keberangkatan. Jadwal penerbangan yang ada di papan, menunjukkan deretan pembatalan. 

Salah satunya mahasiswi keperawatan di Pflegeschule Klinikum Esslingen Jerman, Siska Damai Yanti. Ia yang tiba dari Jerman Sabtu 5 September sekitar pukul 16.00 waktu setempat seharusnya kembali terbang ke Jakarta pukul 18.00.

“Tadi landing dari Jerman ke Singapura dan sayangnya penerbangan untuk selanjutnya yang ke arah Jakarta harus ditunda karena ada erupsi Gunung Krakatau," kata Siska.

Pihak maskapai kata Siska belum memberikan kepastian penerbangan selanjutnya. Meskipun demikian maskapai memberikan sejumlah kompensasi kepada para penumpang yang gagal berangkat. 

Diantaranya menyediakan akomodasi hotel selama menunggu jadwal penerbangan selanjutnya. Tidak hanya itu maskapai juga memberikan fasilitas transportasi menuju hotel tempat bermalam dan juga untuk kembali ke Bandara apabila sudah ada kepastian jadwal keberangkatan.

Siska berharap kondisi di Indonesia dapat segera membaik. Selain itu para calon penumpang dapat mendapat jadwal keberangkatan penerbangan selanjutnya.

“Semoga ada kepastian selanjutnya, sudah kangen pulang soalnya,” kata dia.

Hal senada dirasakan Daniel yang terbang dari Sydney ke Singapura untuk kemudian ke Jakarta. Ia mengatakan biasanya penerbangan Sydney-Singapura hanya 8 jam, namun pada Sabtu kemarin,  waktu penerbangan mencapai 10 jam. 

“Saya heran biasanya delapan jam, saya tanya sana sini tidak ada yang tahu,” kata dia kepada Tribunnews.

Ia baru mengetahui penerbangan terganggu akibat erupsi  Gunung Anak Krakatau setelah penerbangan selanjutnya menunu Jakarta dibatalkan.

“Saya baru tahu setelah penerbangan ke Jakarta batal,” katanya.

Daniel berharap kondisi di Indonesia segera membaik. Penerbangan dapat kembali pulih dan ia bisa pulang ke Indonesia.

“Semoga segera pulih,” katanya.

Erupsi Gunung Anak Krakatau

Sebelumnya Anak Gunung Krakatau mengalami erupsi sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari. 

Material abu vulkanik dari gunung yang berada di Selat Sunda tersebut mencapai Jakarta dan Jawa Barat. Badan Geologi menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.

Pihak otoritas merekomendasikan seluruh masyarakat, nelayan, serta wisatawan untuk tidak beraktivitas di dalam zona bahaya radius 3 kilometer dari pusat kawah.

Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Banten, ditutup.

Penutupan diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB, Minggu, 6 September 2026.

Perpanjangan penutupan bandara ini mengacu pada informasi terbaru yang Tribunnews terima dari Perum LPPNPI (Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia) Unit Pelayanan Informasi Aeronautika melalui NOTAM nomor A3344/26 NOTAMR A3341/26 tentang Aerodrome Closed.

Sebelumnya, diumumkan operasional Bandara Soekarno-Hatta dihentikan sementara mulai pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB. Keputusan tersebut ditetapkan melalui Notice to Airmen (NOTAM) A3341/26 setelah hasil pemeriksaan di kawasan bandara menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik.

Petugas telah melakukan paper test untuk mengetahui keberadaan abu vulkanik di area bandara. Pengujian dilakukan sekitar pukul 00.35 WIB hingga 01.05 WIB dan menunjukkan hasil positif.

Ada 33 Penerbangan Terdampak

Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub menyatakan, erupsi Gunung Anak Krakatau telah berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Berdasarkan pemantauan hingga Sabtu (5/9/2026) pukul 22.00 WIB, sedikitnya 33 penerbangan terdampak akibat kondisi tersebut.

Sebanyak 16 penerbangan internasional dilaporkan dibatalkan. Sementara penerbangan lainnya mengalami penyesuaian operasional sesuai kondisi di lapangan.

Sebelum dilakukan penutupan sementara, aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta masih berjalan normal pada Sabtu (5/9/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.