Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) membuat warga di sejumlah wilayah Bandar Lampung harus membersihkan rumah hingga kendaraan mereka yang diselimuti abu vulkanik, Minggu (6/9/2026) pagi.
Baca juga: Radin Inten II Ditutup Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, Diperkirakan Dibuka Lagi Pukul 14.00 WIB
Dila (30), warga Rajabasa, Bandar Lampung, mengatakan abu tidak hanya menumpuk di bagian luar rumah, tetapi juga masuk hingga ke dalam rumah meski dengan lapisan yang lebih tipis.
"Kalau di luar memang lebih tebal, kalau masuk ke dalam rumah tipis-tipis, tapi tetap kelihatan dan harus dibersihkan," kata Dila, Minggu (6/9/2026).
Dila awalnya menyapu abu yang menempel di lantai teras. Namun, cara tersebut dinilai belum cukup untuk membuat lantai benar-benar bersih karena masih terdapat sisa abu yang menempel dan debu kembali beterbangan.
"Sudah disapu ternyata masih belum bersih. Jadi saya siram dulu, baru dipel supaya abunya benar-benar terangkat," ujarnya.
Setelah disiram, Dila kemudian mengepel lantai teras rumahnya.
Tak hanya lantai, Dila juga mengaku tanaman hias di sekitar rumahnya ikut tertutup abu vulkanik.
"Tanaman juga kena abu, jadi ikut dibersihkan. Kalau dibiarkan kan lama-lama menempel di daun tanaman saya jadi rusak," katanya.
Dila mengaku aktivitas bersih-bersih tersebut harus dilakukan sejak pagi karena abu cukup banyak menempel di bagian luar rumah.
Hal serupa dilakukan Robi (34), warga Way Kandis, Bandar Lampung, yang mengaku membersihkan motornya karena terdampak abu vulkanik GAK.
Ia mengaku tak menyadari motornya yang terparkir selama dua jam di halaman rumah sudah diselimuti abu vulkanik pada Sabtu (5/9/2026) malam.
"Semalam itu motor saya parkir di depan rumah. Saya di dalam rumah saja. Sudah tahu ada erupsi, tapi saya enggak sadar kalau abunya sampai sini," kata dia.
Robi pun memanfaatkan waktu liburnya pada hari Minggu untuk membersihkan rumah dan sepeda motor miliknya yang ikut terkena abu.
"Teras ini kalau disapu saja tidak cukup, masih ada yang tertinggal. Jadi disiram dulu supaya abunya turun, baru dibersihkan," kata Robi.
"Mumpung lagi libur, jadi sekalian aja bersih-bersih rumah sama kendaraan," kata dia.
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda masih berlangsung hingga Sabtu (5/9/2026) malam.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno mengatakan, aktivitas erupsi yang terjadi saat ini masih dihitung sebagai satu kali kejadian.
Erupsi tersebut mulai tercatat pada pukul 12.18 WIB dan berlangsung terus-menerus tanpa jeda hingga Sabtu malam.
"Erupsi yang terjadi saat ini masih dihitung satu kali kejadian karena berlangsung terus-menerus tanpa jeda sejak pukul 12.18 WIB," kata Suwarno, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Suwarno, erupsi baru akan dicatat sebagai kejadian berbeda apabila letusan sebelumnya telah berhenti sepenuhnya, kemudian terdapat jeda sebelum kembali terjadi letusan.
"Kalau erupsi sebelumnya sudah berhenti total, kemudian ada jeda dan terjadi letusan lagi, itu baru dihitung sebagai kejadian berikutnya," jelasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan petugas, kolom abu vulkanik yang dihasilkan dari erupsi Gunung Anak Krakatau diperkirakan mencapai sekitar 150 meter di atas puncak gunung.
Material abu tersebut terbawa angin ke arah barat laut.
"Kolom abu kurang lebih 150 meter dan terbawa angin ke arah barat laut," ujarnya.
Sebaran abu vulkanik dilaporkan telah mencapai sejumlah wilayah di Lampung, di antaranya kawasan Tanjung Karang, Bandar Lampung, hingga Tanggamus.
Warga di sejumlah permukiman di wilayah terdampak juga melaporkan adanya paparan debu vulkanik yang diduga berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kondisi ini menunjukkan material erupsi GAK tidak hanya terpantau di sekitar kawasan gunung, tetapi juga mulai terbawa angin hingga ke sejumlah wilayah daratan Lampung.
Petugas pemantauan masih terus mengamati perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk perubahan tinggi kolom abu dan arah sebaran material vulkanik.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)