Satu Abad Rahmi Hatta, 40 Pasangan Mengikat Janji di Senayan dalam Nikah Massal “Ikatan Cinta”
Wahyu Septiana September 06, 2026 12:53 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Sebanyak 40 pasangan mengawali babak baru kehidupan melalui prosesi nikah massal bertajuk “Ikatan Cinta” di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi rangkaian peringatan satu abad kelahiran Rahmi Hatta yang digelar Yayasan Meutia Hatta Swasono.

Prosesi berlangsung dalam suasana khidmat dan kekeluargaan.

Para pasangan mendapat kesempatan mengesahkan pernikahan mereka secara resmi, sekaligus memperoleh kepastian terkait status hukum keluarga.

Peringatan 100 tahun Rahmi Hatta tidak hanya dikemas melalui kegiatan yang berkaitan dengan sejarah dan seni.

Ketua Pelaksana kegiatan, Fajrin Saadi, mengatakan nikah massal menjadi salah satu cara untuk menerjemahkan nilai kepedulian Rahmi Hatta dalam bentuk kegiatan yang dapat dirasakan masyarakat.

“Ini bukan sekadar perayaan satu abad Rahmi Hatta. Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk meneruskan nilai kepedulian beliau kepada masyarakat," ujar Fajrin Saadi di Jakarta.

"Salah satunya melalui nikah massal, karena masih banyak masyarakat yang menghadapi kendala sosial dan ekonomi untuk melangsungkan pernikahan secara resmi,” sambungnya.

Sebanyak 40 pasangan mengawali babak baru kehidupan melalui prosesi nikah massal bertajuk “Ikatan Cinta” di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Sebanyak 40 pasangan mengawali babak baru kehidupan melalui prosesi nikah massal bertajuk “Ikatan Cinta” di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (5/9/2026). (HO/Istimewa)

Menurut Fajrin, persoalan biaya maupun administrasi masih dapat menjadi hambatan bagi sebagian masyarakat yang ingin mencatatkan perkawinannya secara resmi.

Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai acara satu kali, tetapi menjadi pintu masuk bagi upaya pendampingan masyarakat yang menghadapi persoalan serupa.

Prosesi nikah massal tersebut turut disaksikan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Muhammad Syafi’i.

Ia menilai pernikahan memiliki konsekuensi yang lebih luas daripada sekadar pelaksanaan akad menurut agama.

Pencatatan perkawinan juga berkaitan dengan kepastian hukum bagi pasangan suami istri serta anak-anak yang nantinya lahir dalam keluarga tersebut.

“Negara menaruh perhatian serius terhadap pernikahan warga negaranya. Pernikahan bukan hanya peristiwa sosial dan keagamaan, tetapi juga peristiwa hukum yang memberikan kepastian terhadap hak dan kewajiban suami, istri serta anak,” kata Muhammad Syafi’i.

Ia menjelaskan bahwa secara administratif, layanan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) pada dasarnya tidak membebani masyarakat dengan biaya.

Namun dalam praktiknya, sejumlah faktor sosial dan budaya masih dapat membuat pasangan menghadapi kesulitan untuk melangsungkan pernikahan secara resmi.

Atas kondisi itu, keterlibatan pemerintah bersama organisasi dan masyarakat sipil dinilai penting untuk membantu memberikan akses serta kepastian hukum.

“Negara hadir bukan hanya melalui regulasi, tetapi juga melalui pelayanan langsung kepada masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini memiliki arti penting,” ujarnya.

Awal Membangun Kehidupan

Muhammad Syafi’i juga mengingatkan para pasangan agar tidak menjadikan akad sebagai tujuan akhir.

Setelah pernikahan resmi, tantangan berikutnya adalah membangun rumah tangga yang harmonis dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Menurutnya, kualitas kehidupan masyarakat tidak terlepas dari kondisi keluarga yang menjadi unit terkecil dalam kehidupan sosial.

Ia berharap pasangan yang mengikuti nikah massal tersebut dapat membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

“Kalau keluarga-keluarga di Indonesia mampu membangun kehidupan yang sakinah dan membawa kemaslahatan, insyaallah kehidupan masyarakat dan bangsa juga akan semakin baik,” tuturnya.

Warisan Diteruskan

Bagi keluarga Rahmi Hatta, kegiatan sosial menjadi bagian penting dalam peringatan satu abad kelahirannya.

Meutia Hatta, putri sulung Mohammad Hatta dan Rahmi Hatta sekaligus pimpinan Yayasan Meutia Hatta Swasono, mengaku tersentuh melihat nilai kepedulian yang selama ini melekat pada ibunya dapat kembali dihadirkan melalui kegiatan tersebut.

Menurut Meutia, peninggalan terpenting dari Rahmi Hatta bukan hanya benda atau catatan sejarah, melainkan nilai kehidupan yang dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.

“Yang membuat saya terharu adalah melihat kepedulian Ibu bisa diteruskan. Ada masyarakat yang membutuhkan kesempatan untuk menikah, ada yang menghadapi berbagai kesulitan, dan hari ini kita bisa hadir bersama mereka,” ujar Meutia.

Ia menegaskan, program sosial yayasan tidak akan berhenti pada pelaksanaan nikah massal.

Ke depan, Yayasan Meutia Hatta Swasono berencana mengembangkan berbagai kegiatan yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Fajrin mengatakan pihaknya juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk Kementerian Agama, untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi persoalan administrasi maupun status hukum perkawinan.

“Kami ingin bekerja sama dengan berbagai pihak agar semakin banyak masyarakat, terutama keluarga yang selama ini menghadapi kendala, memperoleh kepastian dan perlindungan hukum,” katanya.

Satu Abad Rahmi Hatta

Nikah massal “Ikatan Cinta” menjadi salah satu bagian dari rangkaian panjang peringatan satu abad Rahmi Hatta.

Sebelumnya, kegiatan dibuka melalui Afternoon Tea Talkshow bertajuk “Satu Abad Rahmi Hatta, Sebuah Legacy” di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 1 Juli 2026.

Forum tersebut mengangkat tema “Legacy of Rahmi Hatta: Past, Present and Future” dengan menghadirkan Prof. Dr. Meutia Farida Hatta Swasono, Dr. Dewi Motik, M.A., M.Si., dan Prilly Latuconsina.

Pembahasan berfokus pada nilai intelektualitas, kesederhanaan, serta keteladanan Rahmi Hatta dan relevansinya bagi perempuan Indonesia masa kini.

Selain diskusi, koleksi busana pribadi Rahmi Hatta juga diperkenalkan kepada publik melalui fashion presentation.

Rangkaian tersebut kemudian berlanjut melalui Fashion Performance Art “RUMAH” di Tennis Indoor Senayan.

Pertunjukan yang disutradarai Wawan Sofwan itu mengolah perjalanan hidup Rahmi Hatta melalui perpaduan teater, fashion, musik, dan tari.

Koleksi busana pribadi Rahmi Hatta turut dihadirkan dalam pertunjukan tersebut, diperagakan oleh Top 4 Puteri Indonesia serta Abang None Jakarta Barat.

Sejumlah musisi lintas generasi seperti Iwan Fals, Isyana Sarasvati, Vicky Mono, Aqi Singgih, dan Audrey turut mengisi pertunjukan.

Monolog yang dibawakan Maudy Koesnaedi dan Prilly Latuconsina juga menjadi bagian dari persembahan tersebut.

Selain nikah massal, rangkaian kegiatan satu abad Rahmi Hatta turut diisi donor darah, layanan pembuatan paspor, serta ruang bagi pelaku UMKM.

Keseluruhan kegiatan tersebut menjadi cara keluarga besar Yayasan Meutia Hatta Swasono mengenalkan kembali sosok Rahmi Hatta melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Nilai kesederhanaan, kepedulian, kemanusiaan, serta keteladanan menjadi benang merah dari berbagai kegiatan yang digelar sepanjang Juli hingga September 2026.

Berita Lainnya

Baca juga: Dokter Kevin Mak Ungkap Tips Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau: Pakai Masker hingga Hindari Outdoor

Baca juga: UPDATE Terbaru Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Soetta Ditutup hingga 13.30 WIB, Halim 14.00 WIB

Baca juga: Anak Krakatau Erupsi, Bagaimana Nasib Izin Liga Indonesia? I.League Sebut Ada Perkembangan Positif

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.