Revitalisasi 10 Sekolah di Bireuen Selesai Dikerjakan, 13 Lainnya Hampir Rampung
Faisal Zamzami September 06, 2026 12:03 PM

 


Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sejumlah sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Bireuen terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut.

Kerusakan yang terjadi beragam, mulai dari bangunan yang rusak berat hingga tertimbun lumpur. Dari puluhan sekolah yang terdampak, sebanyak 23 sekolah masuk dalam program revitalisasi yang didanai pemerintah pusat.

Hingga Sabtu (5/9/2026), sebanyak 10 sekolah telah selesai direvitalisasi, sementara 13 sekolah lainnya hampir rampung.

Informasi tersebut disampaikan Plt Kacabdin Bireuen, Yusnita SE Ak MPd, kepada Serambinews.com, Sabtu (5/9/2026).

Yusnita mengatakan, progres revitalisasi sekolah yang berjalan sejak awal Juli 2026 hingga saat ini berlangsung lancar. Sebagian pekerjaan telah selesai 100 persen, sementara sejumlah sekolah lainnya telah mencapai progres rata-rata di atas 95 persen, bahkan ada yang sudah mencapai 98 persen.

“Laporan di lapangan, 10 sekolah sudah rampung dan masih ada yang progresnya rata-rata 95 persen. Berdasarkan data progres dari masing-masing sekolah, ada 10 unit yang sudah selesai dikerjakan,” ujar Yusnita.

Baca juga: Revitalisasi SMK Kesehatan Muhammadiyah Bireuen Hampir Rampung

Adapun 10 sekolah yang telah selesai direvitalisasi yakni:

1. SMAN 1 Gandapura

2. SMAN 1 Peusangan Selatan

3. SMAN 1 Jangka

4. SMAN 2 Kutablang

5. SMAN 1 Peulimbang

6. SMAS Al Furqon

7. SMAS Muslimat Samalanga

8. SMAS Al Hidayah

9. SMKN 1 Peusangan

10. SMKN 1 Jeunieb

Sementara itu, 13 sekolah lainnya masih dalam tahap penyelesaian dengan progres bervariasi, rata-rata di atas 90 hingga 98 persen. Sekolah tersebut yakni:

1. SMAN 1 Makmur

2. SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng

3. SMAN 1 Peusangan

4. SMAN 2 Peusangan

5. SMAN 3 Peusangan

6. SMKN 1 Jeumpa

7. SMAS Nurul Islam

8. SMKS Kesehatan Muhammadiyah

9. SMAN 1 Samalanga

10. SMAN 2 Samalanga

11. SMAS Al Hanafiyah

12. SMKS Al Hidayah

13. SLB YTC Kutablang

Menurut Yusnita, kepastian progres masing-masing sekolah dapat dikonfirmasi langsung kepada kepala sekolah. Namun, secara umum, seluruh pekerjaan terus dipacu agar segera selesai.

Ia berharap seluruh sekolah yang direvitalisasi dapat kembali digunakan untuk proses belajar mengajar seperti sediakala.

“Diharapkan sekolah yang direvitalisasi dapat melaksanakan proses belajar mengajar sebagaimana mestinya. Jika ada kendala, perlu saling berkoordinasi agar proses belajar berjalan normal,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.