Cetak Gol Debut dan Selamatkan PSIM Yogyakarta dari Kekalahan, Purzycki Ungkap Hal Ini
Muhammad Fatoni September 06, 2026 12:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Adrian Purzycki, gelandang asal Polandia membuktikan kapasitasnya sebagai rekrutan krusial bagi PSIM Yogyakarta. 

Gelandang bertahan itu tampil sebagai pahlawan penyelamat Laskar Mataram dari kekalahan saat menjamu Persita Tangerang pada pekan perdana Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (5/9/2026) sore.

Laga sempat berjalan sengit hingga memasuki sepuluh menit terakhir babak kedua.

Pada menit ke-84, kemelut di depan gawang Persita berhasil dimanfaatkan dengan dingin oleh Purzycki. 

Sepakan pemain bernomor punggung 13 tersebut merobek jala lawan dan memaksakan hasil imbang 1-1.

Bagi pemain kelahiran 2 Agustus 1997 ini, torehan manis tersebut bukan sekadar penyelamat poin, melainkan juga gol debut di laga resminya yang pertama di panggung sepak bola Indonesia. 

Usai laga, ia mengaku sangat gembira bisa langsung berkontribusi.

"Saya sangat senang dengan gol hari ini," ujar Purzycki.

Tantangan 

Transisi dari sepak bola Eropa ke Indonesia diakuinya membawa tantangan tersendiri, terutama terkait perbedaan atmosfer dan gaya bermain. 

Namun, proses adaptasinya berjalan mulus berkat dukungan penuh dari internal Laskar Mataram.

"Dan isunya adalah bahwa mungkin ada sedikit perbedaan dibandingkan Eropa, tetapi semua orang di klub telah melakukan, para pemain, para pelatih, staf, mereka telah melakukan sebanyak mungkin bagi saya untuk beradaptasi secepat mungkin. Saya pikir ini adalah yang paling penting dalam perubahan seperti ini dari Eropa ke Indonesia," lanjutnya.

Ia pun optimistis penampilannya akan terus meningkat seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pemahaman antar pemain di lapangan.

"Dan ya, saya pikir semakin kami bekerja sama, semakin saya bekerja di sini, semakin mudah bagi saya," tambah gelandang bernomor 13 tersebut.

Baca juga: Sejumlah Catatan Van Gastel Usai PSIM Yogyakarta Ditahan Imbang Persita Tangerang 1-1

Evaluasi

Mengenai dinamika laga di Stadion Sultan Agung, Purzycki memberikan evaluasi jujur terkait performa tim pada interval pertama yang dinilainya kurang maksimal.

"Saya pikir dari perspektif seorang pemain, dan  ini jelas pertandingan pertama saya di sini. Eh, babak pertama, sedikit kacau. Kami perlu beradaptasi dengan apa yang terjadi di lapangan," jelasnya.

Masuknya babak kedua membawa perbaikan pada struktur permainan PSIM Yogyakarta, meski tim harus menerima kebobolan terlebih dahulu oleh Luquinhas sebelum akhirnya menyamakan kedudukan.

"Saya pikir di babak kedua kami mengatasinya sedikit lebih baik, tetapi pada saat yang sama kami kehilangan gol," tutur Purzycki.

Ia juga menyoroti aspek kedisiplinan dan kesabaran taktikal.

Menurutnya, kesalahan kecil di area vital bisa menjadi celah berbahaya yang dimanfaatkan oleh tim tamu.

"Ya dalam pertandingan seperti ini saya pikir kita harus sedikit lebih sabar. Lawan sedang menunggu kesalahan kami. Jadi, semakin banyak kesalahan yang kami buat, semakin besar peluang lawan untuk mendapatkan kesempatan dalam pertandingan," paparnya.

Meski demikian, secara keseluruhan ia melihat PSIM Yogyakarta sejatinya menciptakan beberapa momentum matang yang berpotensi menjadi gol tambahan.

"Dan pada beberapa kesempatan kami membiarkan lawan melakukan ini terlalu banyak, tapi secara keseluruhan saya pikir kami memiliki beberapa peluang yang bisa kami ubah menjadi gol," ungkapnya.

Mengantongi satu poin di laga pembuka menjadi evaluasi berharga bagi skuad PSIM Yogyakarta. 

Purzycki pun menegaskan fokusnya kini langsung tertuju pada laga berikutnya dengan target penuh.

"Jadi, ya, menantikan pertandingan berikutnya, saya pikir kami akan berjuang untuk tiga poin," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.