Penerbangan Batal, Penumpang Juanda Surabaya Cari Flight Pagi agar Besok Bisa Kerja
Wiwit Purwanto September 06, 2026 03:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Muhammad Zainul Fuad, warga Lumajang, harus mengubah rencana perjalanannya setelah penerbangan menuju Pangkalan Bun yang sedianya ia naiki pada Minggu (6/9/2026) dibatalkan.

Penumpang NAM Air itu akhirnya memilih membatalkan perjalanan dan mengajukan refund karena pada Senin (7/9/2026) sudah harus kembali bekerja.

Zainul dijadwalkan berangkat dari T1 Bandara Internasional Juanda pukul 15.00 WIB. Ia mengaku tidak mendapat notifikasi pembatalan ketika masih berada di rumah dan baru mengetahui penerbangannya dibatalkan setelah tiba di Bandara Juanda.

“Waktu berangkat dari rumah tidak ada notifikasi sama sekali. Sampai di sini baru tahu kalau pesawat dari Jakarta dibatalkan. Kata pihak NAM Air, refund-nya 100 persen,” ujarnya, Minggu (6/9/2026).

Setelah mengetahui penerbangannya dibatalkan, Zainul memilih membatalkan perjalanan tersebut. Ia kemudian berupaya mencari penerbangan lain, terutama penerbangan pagi, karena pada Senin (7/9/2026) sudah harus kembali bekerja.

Baca juga: Penerbangan Juanda Terganggu, Stasiun Gubeng dan Pasar Turi Kebanjiran Penumpang

“Besok sudah harus masuk kerja, jadi saya pilih cancel saja. Sebisa mungkin cari flight pagi besok,” katanya.

Dewi Kartika, penumpang asal Kediri yang hendak terbang ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, mengatakan dirinya akan kembali bekerja di perkebunan sawit. Namun, penerbangannya dibatalkan akibat kondisi penerbangan saat ini.

“Mau flight ke Pangkalan Bun, Kak, ke Kalimantan Tengah, ternyata di-cancel. Saya pilih cancel saja. Katanya besok baru bisa keluar ruangan, tapi dari pihak maskapai juga tidak menjamin besok bisa terbang karena masih menunggu informasi dari pusat di Jakarta,” ujarnya.

Dewi mengatakan pembatalan tersebut membuat jadwal kerjanya ikut terdampak. Seharusnya, ia sudah kembali bekerja pada Senin (7/9/2026).

“Harusnya besok sudah masuk kerja, jadi tidak bisa masuk besok. Saya sendiri. Rencananya mungkin cari penginapan saja, menunggu sampai besok. Kalau ternyata besok tidak jadi berangkat, sayang juga,” katanya.

36 Penerbangan di Juanda Terdampak

General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir mengatakan, penyesuaian operasional di sejumlah bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdana Kusuma, dan Bandara Radin Inten II Lampung, menimbulkan dampak berantai terhadap konektivitas dan rotasi penerbangan.

Kondisi tersebut turut memengaruhi sebagian operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda.

Baca juga: Nasib Penumpang Di Juanda Surabaya Harap-harap Cemas, Sejumlah Penerbangan Batal Akibat Erupsi

“Berdasarkan kondisi operasional terkini, terdapat 36 penerbangan yang mengalami penyesuaian, dengan rincian 34 penerbangan mengalami pembatalan (cancel) dan dua penerbangan mengalami penyesuaian jadwal atau keterlambatan (delay/standby),” kata Tohir dalam standby statement, Minggu (6/9/2026) pukul 10.35 WIB.

Dari 34 penerbangan yang dibatalkan tersebut, terdiri atas penerbangan kedatangan maupun keberangkatan.

Sementara dua penerbangan yang masih berstatus standby merupakan penerbangan Lion Air, yakni LNI 694 rute CGK–SUB dan LNI 697 rute CGK–SUB.

Juanda Siagakan Layanan untuk Penumpang Terdampak

Untuk membantu penumpang terdampak, Bandara Internasional Juanda mengaktifkan Service Recovery Activation dengan menyediakan makanan ringan dan minuman.

"Untuk membantu penumpang terdampak, Bandara Internasional Juanda mengaktifkan Service Recovery Activation dengan menyediakan makanan ringan dan minuman,"tambahnya.

Personel Airport Security, Terminal Inspector, dan Customer Service juga disiagakan di area terminal untuk memberikan pelayanan dan informasi kepada penumpang yang terdampak.

Penumpang diimbau memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai. Informasi terkini juga dapat diperoleh dengan menghubungi Contact Center Angkasa Pura Indonesia di nomor 172.

Bandara Internasional Juanda menyatakan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan maskapai serta stakeholder terkait, dengan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa.

Dewi Kartika, penumpang asal Kediri yang hendak terbang ke Pangkalan Bun menunggu kepastian penerbangannya di T1 Juanda Internasional. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.