Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana
WARTAKOTALIVE, SERANG - Aktivitas pemantauan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, terus dilakukan secara intensif.
Menjelang kedatangan Gubernur Banten Andra Soni untuk melakukan monitoring perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, petugas di Pos PGA Pasauran tampak siaga memantau setiap perubahan aktivitas gunung api tersebut.
Pantauan TribunBanten.com, Minggu (6/9/2026), sejumlah petugas terlihat berada di ruang pemantauan.
Mereka secara berkala mengamati data aktivitas vulkanik yang ditampilkan melalui sejumlah perangkat pemantauan.
Di dalam ruangan, beberapa layar monitor terlihat aktif.
Salah satunya menampilkan gambar secara langsung melalui kamera CCTV yang mengarah ke kawasan Gunung Anak Krakatau.
Selain menampilkan visual kondisi gunung, monitor lainnya memperlihatkan grafik aktivitas kegempaan yang terus diperbarui berdasarkan hasil rekaman instrumen pemantauan.
Perangkat tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pengawasan aktivitas Gunung Anak Krakatau, terutama untuk mengetahui perubahan aktivitas vulkanik secara cepat.
Tidak hanya mengandalkan perangkat digital, instrumen pemantauan seismik konvensional berupa drum putar atau analog seismograph milik Badan Geologi juga masih terlihat aktif merekam getaran bumi.
Data yang terekam dari berbagai instrumen tersebut kemudian menjadi bahan pemantauan dan analisis petugas untuk melihat perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Pesisir Selat Sunda Terlihat Tenang
Dari jendela Pos PGA Pasauran yang menghadap ke arah pantai, kondisi kawasan pesisir Selat Sunda hingga laut lepas terlihat relatif tenang.
Cuaca di sekitar lokasi pengamatan tampak sedikit mendung.
Langit tampak gelap.
Sementara itu, kawasan perbukitan hijau yang menjadi lokasi Pos PGA Pasauran juga terlihat cukup sepi.
Arus lalu lintas menuju kawasan pos pengamatan terpantau tertib. Aktivitas masyarakat di sekitar lokasi juga berlangsung seperti biasa.
Meski kondisi di sekitar pos terlihat relatif tenang, pemantauan terhadap Gunung Anak Krakatau tetap dilakukan secara intensif.
Hal ini karena aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu. Data dari instrumen pemantauan menjadi dasar bagi petugas untuk mengetahui perkembangan terbaru dan menentukan langkah mitigasi apabila diperlukan.
Gubernur Banten Akan Monitoring Langsung
Di tengah aktivitas pemantauan tersebut, Gubernur Banten Andra Soni dijadwalkan melakukan monitoring perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, Andra Soni akan didampingi sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan terkait.
Mereka di antaranya Bupati Pandeglang, Bupati Serang, Wali Kota Cilegon, Kepala BBMKG Wilayah II, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, serta kepala organisasi perangkat daerah yang membidangi kelautan dan perikanan, energi dan sumber daya mineral, perhubungan, lingkungan hidup dan kehutanan, pariwisata, serta komunikasi dan informatika.
Kehadiran sejumlah instansi tersebut menunjukkan bahwa pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak hanya berkaitan dengan aspek vulkanologi, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat, wisatawan, transportasi, hingga aktivitas ekonomi di wilayah Banten.
Monitoring dilakukan untuk mendapatkan gambaran terkini mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau sekaligus memastikan kesiapan pemerintah daerah menghadapi berbagai kemungkinan dampak erupsi.
Lima Hal Jadi Perhatian Pemerintah
Dalam monitoring tersebut, terdapat sejumlah hal yang menjadi perhatian pemerintah Provinsi Banten.
1. Memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau
Pemerintah akan melihat secara langsung perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta memperoleh informasi terbaru dari petugas pengamatan dan instansi terkait.
Data kegempaan, kondisi visual gunung, serta fenomena vulkanik lainnya menjadi bagian dari pemantauan.
2. Memantau aktivitas wisatawan
Aktivitas wisatawan di sejumlah destinasi wisata Banten juga menjadi perhatian.
Pemerintah perlu memastikan kegiatan masyarakat dan wisatawan tetap memperhatikan aspek keselamatan, terutama apabila terjadi perubahan kondisi akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
3. Memantau mobilitas masyarakat di Pelabuhan Merak
Mobilitas masyarakat melalui Pelabuhan Merak turut menjadi perhatian pemerintah.
Pelabuhan tersebut merupakan salah satu jalur transportasi penting yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera. Karena itu, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau perlu terus dipantau untuk mengantisipasi apabila muncul dampak terhadap perjalanan maupun aktivitas penyeberangan.
4. Mengantisipasi dampak erupsi
Pemerintah juga akan mengevaluasi berbagai dampak yang mungkin ditimbulkan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Dampak tersebut antara lain sebaran abu vulkanik, suara dentuman, maupun fenomena vulkanik lainnya yang dapat dirasakan masyarakat di wilayah sekitar Selat Sunda.
Pemantauan arah angin dan potensi sebaran material vulkanik juga penting untuk menentukan langkah mitigasi, terutama bagi wilayah yang berada di jalur sebaran abu.
5. Menyampaikan imbauan kepada masyarakat
Gubernur Banten juga akan menyampaikan arahan kepada masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan pemerintah dan instansi berwenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Warga juga diharapkan mematuhi seluruh ketentuan keselamatan apabila terdapat perubahan status maupun peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Pemantauan untuk Antisipasi Dampak Lebih Luas
Monitoring Gubernur Banten bersama jajaran terkait menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kesiapan menghadapi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Selain masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, kondisi tersebut juga perlu diperhatikan oleh wisatawan, pelaku usaha, nelayan, pengguna jasa penyeberangan, hingga masyarakat yang beraktivitas di sejumlah wilayah Banten.
Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan Badan Geologi, BMKG, BPBD dan instansi lainnya untuk mendapatkan informasi terkini mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Dengan pemantauan secara berkala, pemerintah diharapkan dapat lebih cepat mengambil langkah apabila terjadi perubahan aktivitas gunung api maupun munculnya dampak yang berpotensi mengganggu masyarakat.
Sementara itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak panik. Warga juga diimbau terus memperhatikan perkembangan informasi resmi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan perubahan kondisi di sekitar Selat Sunda.
Kondisi Gunung Anak Krakatau akan terus menjadi perhatian pemerintah mengingat aktivitas vulkaniknya dapat berdampak terhadap berbagai sektor, mulai dari permukiman, pariwisata, transportasi, hingga aktivitas masyarakat di wilayah Banten