BANGKAPOS.COM, BANGKA — Riuh alunan suara musik dan gelak tawa warga memecah keheningan jalanan desa saat perayaan tradisi adat Sedekah Kapong Kundi Bersatu yang kembali digelar di Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat.
Pesta adat yang menyatukan warga dari Tiga Desa yakni Kundi, Bukit Terak, dan Air Menduyung itu berlangsung semarak sebagai wujud rasa syukur atas kelimpahan hasil bumi dan keselamatan wilayah.
Sejak pagi hari, Minggu (6/9/2026), lorong-lorong desa dipadati masyarakat, wisatawan serta pejabatan daerah setempat yang antusias menyaksikan berbagai pergelaran budaya.
Gemuruh tepuk tangan menyelingi berbagai pertunjukkan kesenian seperti tari, silat dan lain sebagainya yang dibawakan pemuda-pemudi setemp.
Atmosfer kehangatan kian terasa di deretan pemukiman warga. Tradisi open house secara serentak menghidupkan rumah-rumah penduduk.
Pintu terbuka lebar bagi siapa saja, baik kerabat jauh maupun tamu yang tak dikenal untuk singgah dan menikmati aneka sajian kuliner khas Bangka.
Senyum ramah dan obrolan hangat tuan rumah menegaskan inti dari perayaan ini, yakni merawat persaudaraan tanpa sekat.
Sedekah Kapong Kundi Bersatu tak sekadar menjadi helatan pesta rakyat tahunan. Perayaan ini adalah cermin keharmonisan masyarakat Bangka Barat yang terus merawat warisan leluhur.
Eksisnya tradisi inipun mendapat apresiasi dari Bupati Bangka Barat, Markus yang turut hadir bersama jajarannya.
“Sedekah Kapong Kundi Bersatu ini adalah adat istiadat yang diselenggarakan setiap tahunnya sesudah musim panen padi,” kata Markus.
Menurutnya, acara ini merupakan wujud syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezekinya di musim panen ini, serta menjadi ajang silaturahmi kaum keluarga, kerabat, dan handai taulan dari luar dengan masyarakat Desa Kundi Bersatu.
Tak hanya itu, adat istiadat Sedekah Kapong Kundi Bersatu ini merupakan objek pemajuan kebudayaan yang telah dimasukkan dalam Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025–2029 kategori adat istiadat.
“Kami mengapresiasi masyarakat Kundi Bersatu yang telah melestarikan kegiatannya. Tentunya ini menjadi salah satu keistimewaan dan kebanggan masyarakat Bangka Barat,” ucapnya.
Sedekah Kapong Kundi ini telah berada dalam usaha perlindungan agar dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai objek wisata budaya di Kabupaten Bangka Barat dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sebagai bentuk dukungan pada tahun 2026 ini, kegiatan adat ini difasilitasi oleh pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp40 juta
Melalui penyelenggaraan ini, diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata berbasis kebudayaan yang berkelanjutan di Kabupaten Bangka Barat.
“Harapan kita tahun depan nantinya bisa semakin meriah,” harapnya.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)