Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya mengajukan anggaran sebesar Rp1,39 triliun untuk memperbaiki berbagai fasilitas kesehatan yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) agar layanan tidak terus-menerus dilakukan di tenda.

"Mengapa ini penting Bapak Presiden? Karena tidak mungkin layanan kesehatan itu dilakukan terus di tenda, baik yang untuk puskesmas dan rumah sakit," katanya dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan, anggaran itu untuk memperbaiki 165 puskesmas dan 12 RS Umum Daerah (RSUD) bersama Gubernur NTT.

Budi menjelaskan, sejak hari pertama bencana terjadi, pihaknya melakukan penanganan masalah kesehatan, mulai dari mencari pasien yang terdampak.

"Ada sembilan ratus lebih pasien yang patah tulang atau badan, tangan, kaki, kepala, yang kita cari dengan mengirim hampir sembilan ratus relawan ke desa-desa di sana," katanya.

Dia pun bersyukur bahwa dalam seminggu, sembilan ratus pasien tersebut sudah tertangani dan empat ratus harus dibawa ke rumah sakit untuk operasi atau penanganan lainnya.

Tahap kedua, setelah semua pasien-pasien yang sembilan ratus orang itu tertangani, kami berusaha untuk mengembalikan layanan puskesmas dan rumah sakit Bapak Presiden.

"Ada 165 puskesmas yang rusak, 34 di antaranya hancur. 12 rumah sakit yang rusak, 2 di antaranya hancur di Nagekeo dan di Ruteng," katanya.

Sebagai respons cepat, pihaknya bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Palang Merah Indonesia (PMI), pihaknya mendapatkan tenda untuk layanan puskesmas.

"Kita juga terima kasih ke Menkominfo dan Pak Bahlil, karena sudah mendapatkan puluhan genset dan Starlink, dan sekarang 165 puskesmas dan 12 rumah sakit sudah beroperasi kembali," katanya.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) untuk memantau perkembangan penanganan sejumlah bencana alam di Indonesia melalui konferensi video dari Jakarta, Senin.

Dipantau secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden, Presiden Prabowo menyebut pemerintah saat ini menghadapi sejumlah kondisi kebencanaan, mulai dari gempa bumi di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan dan asap.

"Saya mengundang kita rapat melalui VCon (video conference) ya. Saya hanya ingin monitor gimana perkembangan sekaligus mendengar situasi yang terkini. Kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana," kata Presiden Prabowo.

Ia menyampaikan Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan cincin api atau ring of fire harus selalu siap menghadapi bencana.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk meningkatkan alokasi anggaran mitigasi bencana secara signifikan.