Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan – Baru saja dibersihkan, sejumlah area di Bandara Internasional Radin Inten II, Lampung Selatan, kembali kotor akibat debu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang terbawa aktivitas orang yang melintas.
Baca juga: ASDP Imbau Penumpang Pantau Cuaca dan Aktivitas Gunung Anak Krakatau Sebelum Menyeberang
Kondisi itu membuat petugas kebersihan harus berulang kali membersihkan permukaan yang kembali dipenuhi debu, Senin (7/9/2026).
Salah seorang petugas kebersihan, Novran (30), mengatakan kondisi tersebut membuat pekerjaan mereka lebih berat dibandingkan hari biasa. Debu vulkanik yang cukup tebal membuat proses pembersihan membutuhkan tenaga dan waktu lebih banyak.
Biasanya, empat petugas bertugas membersihkan area luar terminal, termasuk kawasan kedatangan dan area pengantaran penumpang. Namun, jumlah personel ditambah ketika debu vulkanik mulai menumpuk di sejumlah area.
"Kalau biasanya empat orang, kemarin sampai diturunkan enam orang. Karena debunya memang tebal, jadi harus lebih ekstra bersih-bersihnya," kata Novran, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, petugas tidak cukup hanya sekali melakukan pembersihan. Hingga Senin pagi, mereka masih menyapu dan mengepel sejumlah area untuk menghilangkan debu yang menempel di permukaan.
"Ini sampai pagi masih terus nyapu, ngepel, bersihin debu-debu yang masih menempel," ujarnya.
Novran menjelaskan, permukaan yang telah dibersihkan dapat kembali kotor setelah dilalui orang. Debu yang terbawa dari luar kemudian kembali menempel di lantai maupun area lainnya.
"Sudah dibersihkan, kalau ada orang jalan, kotor lagi. Jadi memang lumayan, harus kerja keras lagi," katanya.
Meski harus menghadapi pekerjaan tambahan, Novran memilih tetap menjalankan tugas bersama rekan-rekannya. Ia menyadari kondisi tersebut merupakan dampak bencana yang tidak dapat diprediksi.
"Kita enggak bisa mengeluh, ya pasrah saja. Mau gimana? Ini namanya bencana, kita enggak ada yang tahu," tuturnya.
Petugas kebersihan pun tetap bekerja maksimal agar area Bandara Internasional Radin Inten II tetap bersih dan nyaman digunakan penumpang di tengah kondisi abu vulkanik.
"Kerja tetap harus total, harus tetap total kerjanya," tegasnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)