SRIPOKU.COM - Ayah almarhumah Mozza Axillia Gunarsa (18), Singgih Gunarsa, mengaku tidak mengenal Mahendra Very Dwi Anggara (22).
Mozza sudah dilaporkan hilang sejak Juni 2025, jasadnya baru ditemukan pada Agustus 2026.
Singgih dan keluarga yakin Mahendra menghabisi nyawa Mozza bukan karena cemburu.
Menurutnya, Mahendra melakukan pembunuhan karena mengincar sepeda motor korban.
"Dari awal datang ke kosan sampai melakukan pembunuhan, membungkus mayatnya, membuangnya, sampai motornya dijual, sepertinya berurutan. Seperti direncanakan. Dalam waktu setengah hari dia bisa melakukan itu," kata Singgih, mengutip Tribunnews.com, Senin (7/9/2026).
Baca juga: Sadisnya Mahendra Habisi Mozza, Survei Lokasi & Siapkan Cara Buang Jasad, Ditemukan Tinggal Kerangka
Singgih mengaku sempat menemukan akun media sosial Mahendra pada Desember 2025.
Dari sana, ia mengetahui bahwa nama pria yang dekat dengan Mozza adalah Mahendra.
"Dari awal Desember, saya mencari orang tersebut," tuturnya.
Penangkapan dilakukan setelah penyidik memiliki sejumlah barang bukti.
Ia berharap proses penyelidikan transparan dan tersangka dihukum seberat-beratnya.
"Mohon dibantu jangan sampai ada permainan di belakang," pungkasnya.
Saat diinterogasi polisi, Mahendra mengaku mengenal korban dari media sosial TikTok.
Ia melakukan pembunuhan karena cemburu korban berkirim pesan dengan laki-laki lain.
Pria pengangguran ini lalu membunuh Mozza di kamar kos pelaku kawasan Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.
Diduga kuat, Mahendra melakukan perbuatannya pada 25 Juni 2025.
Untuk menghilangkan jejak, Mahendra sempat menelusuri sejumlah lokasi untuk membuang jasad korban.
Polrestabes Semarang menetapkan Mahendra sebagai tersangka.
Ia ditangkap di dekat rumahnya di Desa Banjarejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Kamis (3/9/2026).
Tersangka kemudian menunjukkan lokasi pembuangan jasad di sebuah lereng tepi Jalan Tol Jangli, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Pada Jumat (4/9/2026) pagi, tim SAR menemukan kerangka beserta pakaian korban.
Pihak keluarga yakin kerangka tersebut merupakan Mozza yang dilaporkan hilang pada 28 Juni 2025.
Korban terakhir keluar rumah pada 25 Juni 2025 menggunakan sepeda motor Honda Vario 125 warna hitam.
Setahun setelah korban hilang, kasus pembunuhan terungkap.