Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Jabodetabek, Penerbangan di Bandara Halim Terdampak
Feryanto Hadi September 06, 2026 03:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aktivitas penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pihak Bandara Halim Perdanakusuma memperpanjang penutupan sementara operasional penerbangan hingga pukul 14.00 WIB, Minggu (6/9/2026).

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif menyusul sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

Berdasarkan pemantauan, sebaran abu vulkanik terdeteksi mencapai ketinggian sekitar 20.000 kaki hingga 50.000 kaki. Arah pergerakannya juga bervariasi, termasuk terdapat pergerakan yang mengarah ke wilayah Jabodetabek.

Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi otoritas penerbangan karena keberadaan abu vulkanik di ruang udara dapat berdampak terhadap operasional pesawat.

Sementara itu, papan informasi digital di sejumlah titik Bandara Halim Perdanakusuma menunjukkan jadwal keberangkatan maskapai hanya tercatat hingga pukul 13.40 WIB.

Sejumlah penerbangan pun terdampak akibat perpanjangan penutupan sementara tersebut.

General Manager Ops KSO Bandara Halim Perdanakusuma, Kolonel PNB Ali Sudibyo, mengatakan berdasarkan pendataan sementara terdapat potensi dampak terhadap 10 penerbangan.

"Berdasarkan pendataan sementara, terdapat potensi dampak terhadap 10 penerbangan, terdiri dari 8 penerbangan keberangkatan dan 2 penerbangan kedatangan," kata Ali kepada Tribunnews.com, Minggu (6/9/2026).

Adapun sejumlah penerbangan keberangkatan yang tercatat terdampak berasal dari empat maskapai.

Dari Batik Air, penerbangan yang terdampak di antaranya rute Denpasar pukul 10.50 WIB, Malang pukul 11.20 WIB, Palembang pukul 12.55 WIB, serta Surabaya pukul 13.35 WIB.

Kemudian Citilink, dengan rute Padang pukul 12.05 WIB, Surabaya pukul 12.30 WIB, dan Yogyakarta pukul 13.40 WIB.

Sementara Flyjaya memiliki penerbangan dengan tujuan Yogyakarta dan Ketapang yang tercatat pada pukul 11.45 WIB.

Adapun Susi Air memiliki penerbangan menuju Cijulang Nusawiru pada pukul 13.00 WIB.

Penutupan Diperpanjang hingga Pukul 14.00 WIB

Penutupan sementara operasional penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma sebelumnya dilakukan sebagai respons atas aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat malam.

Pada Minggu (6/9/2026), penutupan tersebut kembali diperpanjang hingga pukul 14.00 WIB.

"Info, NOTAM diperpanjang hingga pukul 14.00 WIB," kata Ali.

Selama masa penutupan, pihak Bandara Halim Perdanakusuma terus memantau kondisi area sisi udara atau airside.

Pemeriksaan juga dilakukan secara berkala untuk memastikan area operasional memenuhi standar keselamatan penerbangan sebelum aktivitas penerbangan kembali dibuka.

Keputusan mengenai pembukaan kembali operasional atau kembali memperpanjang penutupan setelah pukul 14.00 WIB akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi kondisi terkini.

Evaluasi tersebut mencakup hasil pemeriksaan abu vulkanik, informasi meteorologi, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

"Apabila terdapat perubahan waktu operasional, informasi akan disampaikan melalui NOTAM dan kanal komunikasi resmi," ujar Ali.

Dengan kondisi tersebut, calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Halim Perdanakusuma diimbau memantau informasi terbaru dari maskapai maupun kanal resmi bandara sebelum menuju lokasi.

Langkah tersebut penting mengingat jadwal penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi ruang udara di sekitar wilayah terdampak.

.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.