TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bingung mencari kegiatan untuk mengisi malam di Kota Solo hari ini, Minggu (6/9/2026)?
Sejumlah agenda menarik masih berlangsung di Kota Solo pada akhir pekan ini.
Mulai dari festival budaya, pertunjukan seni, kuliner, hingga ruang kreatif yang bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan malam bersama keluarga maupun teman.
Baca juga: Agenda Kota Solo Sabtu 5 September 2026 : Ada Festival, Pottery Class hingga Night Market
Salah satunya adalah Festival Payung Indonesia XIII yang memasuki hari terakhir penyelenggaraan di Taman Balekambang Solo.
Selain itu, ada pula Solo Is Solo di Koridor Gatot Subroto (Gatsu) yang menghadirkan street art, pasar kreatif, musik, dan kuliner hingga tengah malam.
Bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana Kota Solo pada malam hari, berbagai agenda tersebut bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang.
Berikut sejumlah agenda yang dapat dikunjungi di Solo pada Minggu (6/9/2026) malam:
Night Market Ngarsopuro menjadi salah satu pilihan wisata malam di Kota Solo.
Berada di sepanjang Jalan Diponegoro, Keprabon, tempat ini tepat di depan Pasar Triwindu dan dekat Pura Mangkunegaran.
Night Market Ngarsopuro buka setiap Jumat dan Sabtu malam, sekitar pukul 17.00-23.00 WIB, dengan tiket masuk gratis.
Pengunjung dapat menikmati kuliner khas Solo, berburu produk UMKM seperti pakaian, aksesori dan kerajinan, serta menyaksikan berbagai pertunjukan seni.
Perpaduan kuliner, belanja dan hiburan membuat kawasan ini kerap dijuluki sebagai “Malioboro”-nya Solo.
Solo is Solo adalah ruang publik kreatif dan gerakan seni mural yang berlokasi di Koridor Gatot Subroto (Gatsu), Solo, Jawa Tengah.
Digelar rutin setiap akhir pekan (Jumat-Minggu malam), tempat ini menjadi pusat street art, street market (pasar kreatif), pertunjukan musik, dan kuliner, bertujuan menghidupkan kawasan kota dengan kreativitas.
Berlangsung dari pukul 18.00-24.00 WIB.
Festival Payung Indonesia (FESPIN) XIII 2026 akan digelar di Taman Balekambang Solo pada Jumat-Minggu (4-6/9/2026).
Mengusung tema “Catra Padi – Sepayung Dewi Sri”, festival ini mengangkat cerita tentang padi, budaya, dan ketahanan pangan.
Acara berlangsung pukul 07.00-22.00 WIB dan menghadirkan peserta dari Indonesia, Thailand, Korea Selatan, Jepang, serta India.
Pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan seni, instalasi payung, tari, musik hingga fashion show. Selain itu, tersedia pula workshop, pameran, pasar kuliner dan UMKM.
Festival Payung Indonesia XIII menjadi salah satu agenda budaya yang meramaikan Kota Solo pada akhir pekan ini.
(*)