BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polisi mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan sejumlah bangunan, termasuk Gudang Besi Tua RR Jaya, di Ruko Kompleks Orchid Mas Blok A Nomor 20-21, Kelurahan Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Sabtu (5/9/2026).
Jarak berkendara rute tercepat dari Ruko Kompleks Orchid Mas, Sei Jodoh ke Kantor Polsek Batu Ampar adalah sekitar 2,4 km. Perjalanan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 6 menit.
Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan sejumlah saksi, api diduga bersumber dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar gudang.
Sebelum kebakaran terjadi, dua karyawan gudang, yakni AS dan R, membakar sampah berupa bekas kaleng cat dan karet bekas yang berada di sekitar lokasi.
"Setelah api dinyalakan, keduanya meninggalkan lokasi sementara untuk minum kopi di sekitar lokasi," kata Amru, Minggu (6/9/2026).
Ia mengatakan dari hasil pemeriksaan, api diduga merambat dengan cepat hingga mengenai drum berisi oli bekas yang berada di sekitar titik pembakaran.
Drum tersebut kemudian meledak dan membuat kobaran api semakin besar hingga menyambar tumpukan barang bekas yang berada di bagian depan ruko.
"Api dengan cepat membakar gudang besi tua yang dipenuhi barang-barang yang diduga mudah terbakar," kata Amru yang pernah menjabat Ps. Kanit 4 Subdit 1 Ditreskrimsus Polda Kepri.
Sementara untuk melengkapi hasil penyidikan terhadap kejadian tersebut, polisi telah memeriksa empat orang saksi terkait peristiwa tersebut.
Keempatnya yakni DD selaku pemilik gudang, AS, R, dan LB.
Amru mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Berdasarkan pendataan sementara, kerugian material diperkirakan lebih dari Rp40 juta, akibat terbakarnya sejumlah bangunan di lokasi.
Peristiwa tersebut membuat warga sekitar geger. Kepulan asap membubung tinggi ke udara, sementara warga berhamburan keluar rumah untuk menyaksikan kobaran api.
Sejumlah petugas gabungan pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi. Beberapa mobil Damkar turut diturunkan, termasuk kendaraan water cannon milik kepolisian.
Di lokasi, petugas pemadam berjibaku memadamkan api. Selang-selang pemadam ditarik dan diarahkan ke titik kobaran yang dengan cepat melahap bangunan di sekitar lokasi.
Teriakan warga, "Kebakaran-kebakaran!" turut mewarnai suasana saat proses pemadaman berlangsung.
Seorang warga di lokasi, Mitus, mengatakan api terlihat cepat menyebar dan melahap bangunan yang berada di kawasan tersebut.
"Tadi kami kira hotel itu, Oasis. Ternyata ruli warga yang di belakang. Dekat rumah kos-kosan. Semoga tidak ada korban," kata Mitus.
Sementara itu, Komandan Pos Damkar Sei Panas, Sugeng mengatakan proses pemadaman melibatkan 25 petugas gabungan.
"Proses pemadaman oleh tim gabungan sebanyak 12 unit kobil damkar dan 25 petugas," ujar Sugeng dilokasi pemadaman.
Ia merinci untuk kendaraan pemadam yang terlibat di antaranya Unit PK sungai panas 1 unit, supply sungai panas 1 unit, Rescue 1 unit, Water cenon 1 unit, Pos Damkar Batu Ampar 1 unit, duriangkan 2 unit.
Ia menyampaikan untuk objek yang terbakar yakni 3 unit ruko di depan ruli atau di samping Hotel Oasis.
"Yang terbakar, ada 2 unit rumah atau ruli dan tiga ruko," katanya.
Ia memastikan sampai saat ini tidak ada Korban.
"Tidak ada korban jiwa. Kini sudah masuk proses pendinginan," katanya, Sabtu kemarin.
(Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang/Beres Lumbantobing)