TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Tubuh kecil Ariya Syahputra masih terlihat aktif.
Bocah berusia 9 tahun itu di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu masih mampu bergerak dan bermain seperti anak-anak seusianya.
Namun, ada sesuatu yang membuat langkah Ariya berbeda, mata kirinya kini membengkak cukup besar akibat penyakit yang tengah menggerogoti bagian wajahnya.
Di usia yang seharusnya dipenuhi aktivitas bermain dan belajar, Ariya justru harus berhadapan dengan pemeriksaan medis dan kemungkinan menjalani kemoterapi.
Yang kini ditunggu Ariya dan keluarganya adalah hasil pemeriksaan untuk memastikan tipe penyakit yang dideritanya sekaligus menentukan jenis kemoterapi yang harus dijalani.
Pantauan TribunBatam.id, Minggu (6/9/2026), Ariya Saputra tetap terlihat aktif meski kondisi mata kirinya mengalami pembengkakan.
Ia bergerak dan beraktivitas layaknya anak-anak pada umumnya.
Kondisi tersebut sekilas membuatnya terlihat baik-baik saja.
Namun, di balik aktivitasnya itu, Ariya tetap harus menahan sakit yang dirasakannya.
Perjuangan Ariya semakin berat karena ia berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Amat, sehari-hari bekerja sebagai pekerja pemilah sampah.
Sementara Ariya saat ini tinggal bersama sang nenek di sebuah rumah sewa di wilayah Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Di tengah keterbatasan tersebut, sejumlah pihak ikut bergerak membantu Ariya agar mendapatkan pengobatan terbaik.
Sekretaris Lurah Pasir Panjang, Annita Yohanna, menjadi salah satu pihak yang turut mendampingi Ariya menjalani proses pengobatan.
Menurut Annita, Ariya telah menjalani pemeriksaan. Sampel dari bagian hidungnya juga telah diambil dan dikirim ke rumah sakit yang lebih besar.
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi penentu langkah pengobatan Ariya selanjutnya.
"Kemarin sudah mengambil sampel dari hidung dan diantar ke rumah sakit yang lebih besar untuk mengetahui tipenya seperti apa dan kemoterapinya apa, dan kita masih menunggu lima hari ke depan," ujar Annita saat ditemui, Minggu (6/9/2026).
Setelah hasil pemeriksaan keluar, Ariya direncanakan menjalani pengobatan lanjutan di luar Karimun, yakni Jakarta atau Surabaya.
Persoalannya, membawa seorang anak menjalani pengobatan hingga ke luar daerah tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Diperkirakan dibutuhkan dana sekitar Rp40 juta untuk menunjang kebutuhan Ariya selama menjalani pengobatan lanjutan.
Dana tersebut nantinya digunakan untuk kebutuhan perjalanan, tempat tinggal hingga akomodasi selama Ariya menjalani proses rujukan.
Bagi keluarga Ariya, angka tersebut tentu bukan jumlah yang ringan.
Sang ayah yang sehari-hari bekerja sebagai pemilah sampah harus menghadapi kenyataan bahwa pengobatan anaknya membutuhkan biaya besar.
Karena itu, upaya penggalangan dana pun mulai dilakukan di Kabupaten Karimun.
Annita mengatakan pihaknya berencana turun ke jalan untuk mengetuk kepedulian masyarakat agar dapat membantu biaya pengobatan Ariya.
Kini, Ariya masih menunggu hasil pemeriksaan serta menunggu kepastian tipe penyakit yang dideritanya dan menunggu keputusan dokter mengenai kemoterapi yang akan menjadi bagian dari perjuangannya melawan penyakit tersebut.
Di tengah semua itu, Ariya tetap menjadi seorang anak berusia 9 tahun yang ingin beraktivitas seperti anak-anak lainnya.
Hanya saja, kali ini ia harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan kesempatan kembali menjalani hari-harinya tanpa penyakit yang membayangi.
Bagi masyarakat yang ingin membantu meringankan biaya pengobatan Ariya Syahputra, dukungan dapat disalurkan melalui rekening pihak yang bertanggung jawab mendampingi dan membawa Ariya menjalani pengobatan:
Bantuan sekecil apa pun diharapkan dapat membantu Ariya mendapatkan pengobatan lanjutan yang dibutuhkannya. (TribunBatam.id/Fairoz Zamani)