TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Kemarau panjang mulai dirasakan warga Kelurahan Tinoor, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Tinoor berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota Manado atau 17 kilometer dari Pelabuhan Manado.
Pasokan air di sejumlah rumah warga mulai berkurang.
Kondisi ini membuat warga harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Salah satunya dengan memanfaatkan aliran sungai kecil di ruas Jalan Tinoor-Warembungan.
Pantauan Tribun di lokasi, Minggu (6/9/2026) sore, sejumlah warga terlihat beraktivitas di aliran sungai tersebut.
Ada warga yang membawa pakaian untuk dicuci.
Sebagian lainnya memilih memanfaatkan aliran sungai untuk mandi.
Peralatan mencuci, pakaian, hingga barang lainnya terlihat berada di sekitar lokasi wa.
Aktivitas itu dilakukan warga di tengah aliran air yang masih mengalir di antara bebatuan.
Salah satu warga, Hendra mengatakan kondisi pasokan air di rumahnya mulai berkurang.
Karena itu, ia bersama warga lainnya memilih menghemat penggunaan air di rumah.
“Air di rumah mulai berkurang. Jadi kami pilih berhemat. Untuk mencuci baju, kami bawa ke sini,” kata dia.
Untuk pasokan air dirumah, mereka mengandalkan air bersih dari PDAM Tomohon.
Menurut pria 50 tahun itu, aliran sungai tersebut menjadi salah satu sumber mata air yang masih bisa dimanfaatkan warga.
Tak hanya warga sekitar, air dari lokasi itu juga kerap dimanfaatkan pengendara yang melintas di Jalan tersebut.
Warga menyebut aliran air di lokasi tersebut tetap mengalir meski kemarau panjang melanda.
“Memang air disini jalan terus, nda pernah kering,” ungkap salah satu warga disekitar lokasi.
Kondisi ini membuat sumber mata air tersebut menjadi cukup penting bagi masyarakat.
Apalagi saat pasokan air bersih di rumah mereka mulai mengalami berkurang. (Pet)
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Pengawasan dan Distribusi Pertalite di Kotamobagu
(TribunManado.co.id/Pet)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini