Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejumlah jamaah umrah dari Jakarta dan Banjarmasin terpaksa berada di Banda Aceh setelah penerbangan mereka dari Jeddah menuju Jakarta dialihkan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Para jamaah kini ditempatkan di Asrama Haji Banda Aceh sambil menunggu kepastian jadwal penerbangan lanjutan.
Sebagian jamaah lainnya memilih menginap di hotel, sementara mereka yang berada di Asrama Haji mengaku mendapat akomodasi dan makanan selama menunggu keberangkatan.
Salah seorang jamaah umrah asal Jakarta, Masruhin Abdul Majid mengatakan, rombongannya berangkat dari Jeddah sekitar pukul 19.40 waktu setempat dan mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda sekitar pukul 09.00 WIB.
“Saya bersama jamaah lainnya dari Jeddah pukul 19.40 waktu setempat. Mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda sekitar pukul 09.00 WIB pagi, kemudian diarahkan ke Asrama Haji sekitar pukul 12.30 WIB,” ujar Masruhin saat ditemui Serambinews.com di Asrama Haji Aceh, Banda Aceh, Minggu (6/9/2026).
Menurutnya, jamaah sempat mendapat informasi penerbangan lanjutan akan dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB.
Baca juga: Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Pemerintah Aceh Sesuaikan Perjalanan Dinas
Namun, jadwal tersebut kembali berubah hingga akhirnya jamaah diarahkan untuk beristirahat di Asrama Haji.
“Tadi sempat dikabarkan pukul 13.30 WIB terbang ulang, kemudian pukul 17.00 WIB, lalu diperpanjang lagi makanya diarahkan ke sini,” katanya.
Masruhin menyebutkan, kelompoknya dari Jakarta berjumlah 20 orang. Selama berada di Banda Aceh, para jamaah tetap menunggu perkembangan mengenai kepastian keberangkatan.
Sebagian jamaah bahkan memanfaatkan waktu untuk berjalan-jalan ke Masjid Raya Baiturrahman.
Ia mengatakan, kondisi jamaah sejauh ini nyaman dan tidak dikenakan biaya tambahan untuk akomodasi selama berada di Banda Aceh, termasuk makanan dan tempat menginap yang disediakan.
“Yang penting keselamatan dan meyakini bahwa ini di luar kuasa manusia, takdir dari Allah yang kita tidak bisa menolak. Saya yakin di sini gratis, kita tidak dikenakan biaya apa pun termasuk makan dan menginap,” ujar Masruhin.
Sementara itu, jamaah asal Banjarmasin, Ahmad Syaukani mengatakan, rombongannya semula hendak melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
Namun, mereka mendapat informasi bahwa bandara ditutup karena abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sehingga penerbangan dialihkan ke Bandara Sultan Iskandar Muda.
Baca juga: Pesawat Garuda Bawa 382 Jamaah Umrah Dialihkan ke Banda Aceh, Ini Jadwal Estimasi Ulang
“Kami mau ke Jakarta, ternyata tiba-tiba informasinya bandara tutup karena ada abu vulkanik Anak Krakatau. Kami dialihkan ke Bandara Aceh, tidak ada harapan nampaknya makanya kami diistirahatkan di Asrama Haji,” ujar Ahmad.
Rombongan asal Banjarmasin tersebut berjumlah 45 orang.
Ahmad sendiri bepergian bersama keluarga yang terdiri dari istri, anak, menantu, cucu, mertua, adik ipar, dan keponakan, dengan total sembilan orang dalam keluarganya.
Ahmad mengatakan, kondisi akomodasi di Asrama Haji cukup baik dan pihak travel juga bertanggung jawab memenuhi kebutuhan jamaah, termasuk makanan yang diantar.
Hingga kini mereka masih menunggu informasi pasti mengenai jadwal keberangkatan berikutnya.
“Akomodasi insya Allah aman dan bagus. Saudara di kampung sudah dikabari. Sampai saat ini kami belum dapat info pasti kapan berangkat ulang. Travel juga bertanggung jawab semua, makanan kami diantar,” tutupnya.(*)