Abu Anak Krakatau Meluas, Dokter hingga Pakar Bencana Kampus Diminta 'Turun Gunung'
Acos Abdul Qodir September 06, 2026 09:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengimbau perguruan tinggi aktif menangani dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Pimpinan kampus didorong menerjunkan dokter hingga pakar kebencanaan untuk 'turun gunung' memberi pendampingan langsung kepada masyarakat terdampak abu vulkanik di lapangan.

Langkah darurat ini merespons eskalasi erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Jumat (4/9/2026) malam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat semburan abu menembus ketinggian 15 kilometer (50.000 kaki), memicu penutupan sementara delapan bandara di Jawa dan Sumatera serta instruksi pembelajaran secara daring.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, menegaskan pengerahan akademisi di lapangan krusial untuk pemetaan teknis maupun pelayanan langsung kepada warga.

"Kami mengimbau kepada pimpinan perguruan tinggi untuk memobilisasi para pakar, baik pakar kesehatan, teknik, lingkungan, kebencanaan, psikologi dan lain-lain untuk selalu terlibat dan memantau perkembangan erupsi ini," kata Fauzan dalam konferensi pers daring, Minggu (6/9/2026).

Pengerahan pakar kesehatan dan psikologi menjadi perhatian utama guna mengantisipasi risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta trauma warga di Banten, Jawa Barat, hingga Lampung. Sementara itu, pakar teknik dan lingkungan disiapkan menyusun kajian mitigasi jangka panjang.

Baca juga: 4 Gunung Api Erupsi Bersamaan, Pemerintah Didesak Tak Telat Beri Peringatan Bencana

Selain pengerahan tenaga ahli, perguruan tinggi juga diminta menyalurkan bantuan logistik darurat bagi warga maupun civitas akademika di area terdampak hujan abu.

"Kemudian kami mengimbau kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk memobilisasi bantuan yang diperlukan oleh masyarakat maupun civitas akademika, terutama adalah bantuan yang terkait dengan adanya kejadian erupsi ini," pungkas Fauzan.

Fenomena 4 Gunung Erupsi Bersamaan

Eskalasi Gunung Anak Krakatau terjadi berbarengan dengan tiga gunung api aktif lainnya pada Minggu (6/9/2026) pagi, yakni Gunung Semeru (Jawa Timur), Gunung Ili Lewotolok (NTT), dan Gunung Ibu (Maluku Utara).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan erupsi simultan di jalur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire) ini tidak saling memicu karena setiap gunung memiliki sistem dapur magma terpisah.

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap mematuhi radius aman serta disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.