Pelaksanaan Perdana Diklaim Sukses, Kulon Progo Paralayang Festival Akan Jadi Agenda Tahunan
Yoseph Hary W September 06, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Rangkaian Kulon Progo Paralayang Festival 2026 resmi berakhir pada hari Minggu (06/09/2026) setelah digelar sejak Jumat (04/09/2026). Penutupan dilakukan di Lapangan Boro, Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang lewat pengumuman juara kompetisi.

Pelaksanaannya merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo dan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Kepala Dispar Kulon Progo, Sutarman menyebut pelaksanaan Kulon Progo Paralayang Festival perdana ini terbilang sukses.

"Pelaksanaan perdana tahun ini bisa berjalan lancar nyaris tanpa ada kendala apa pun," katanya ditemui di Lapangan Boro usai acara penutupan.

Pelaksanaan perdana Kulon Progo Paralayang Festival juga menghadirkan Lomba Ketepatan Mendarat Paralayang untuk 78 peserta dari 8 provinsi. Sutarman mengatakan para peserta memperebutkan juara dari berbagai kategori.

Jadi agenda tahunan

Menurutnya, pelaksanaan tahun ini akan menjadi tonggak awal untuk pelaksanaan di tahun berikutnya. Sebab Kulon Progo Paralayang Festival akan digelar setiap tahunnya, menjadi satu rangkaian dengan Arung Progo Festival yang sudah lebih dulu menjadi agenda rutin tahunan.

"Kami bersama FASI rencananya akan membuat kegiatan yang lebih besar lagi, dengan menarik lebih banyak peserta, termasuk dari luar negeri," ujar Sutarman.

Pelaksanaan perdana Kulon Progo Paralayang Festival turut berdampak pada warga setempat. Setidaknya ada 35 pelaku usaha yang terlibat, seperti dari pemilik penginapan hingga pelaku UMKM, selain itu ada 111 orang yang menjadi pendukung pelaksanaan.

Sutarman pun berharap Kulon Progo Paralayang Festival bisa menjadi ajang promosi paket wisata Paralayang yang sudah disediakan setiap akhir pekan. FASI DIY akan memberikan dukungan untuk aktivitas wisata Paralayang sebagai wisata unggulan di Desa Wisata Banjarasri.

"Kami berharap aktivitas paket wisata paralayang yang dilaksanakan setiap akhir pekan bisa terus berlanjut," jelasnya.

Layak internasional

Ketua Bidang Paralayang FASI DIY, Alfari Widyasmara menilai Paralayang di Banjarasri sudah sangat layak untuk pelaksanaan kejuaraan tingkat internasional. Sebab lokasinya memiliki sejumlah keunggulan, seperti masa terbang yang cukup lama yaitu bisa 8 bulan dalam setahun.

Ia pun menyatakan keamanan dari aktivitas Paralayang di Banjarasri telah terjamin. Sebab sebelum aktivitas wisata dibuka sudah ada survei lokasi dari FASI DIY dan Lanud (Pangkalan Udara) Adisutjipto berkoordinasi dengan AirNav Indonesia.

"Para pilot paralayang di Banjarasri juga sudah memiliki izin terbang alias sudah memiliki lisensi," kata Alfari.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.