Detik-Detik Mencekam Jembatan Pongpet Anjlok, Bupati Pangandaran Merangkak di Ketinggian 20 Meter
Nanda Lusiana Saputri September 06, 2026 09:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Momen peresmian Jembatan Gantung Pongpet (Margajaya) di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Minggu (30/8/2026), mendadak berubah menjadi kepanikan.

Jembatan gantung sepanjang sekitar 60-65 meter yang membentang di atas sungai berbatu tersebut tiba-tiba anjlok ketika rombongan pejabat dan warga melintas.

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, yang hadir memenuhi undangan Dandim 0625/Pangandaran untuk meresmikan jembatan tersebut, turut berada di atas jembatan saat insiden terjadi.

Citra kemudian menceritakan detik-detik mencekam yang dialaminya saat diwawancarai di Pendopo Bupati Pangandaran.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

Sebelum kejadian, Citra bersama rombongan mengikuti prosesi peresmian yang diawali dengan sambutan kesenian tradisional dan pemotongan pita.

Setelah itu, Bupati bersama rombongan mulai berjalan melintasi jembatan.

Namun, ketika sampai di bagian tengah, jembatan mulai bergoyang dan kondisinya menjadi tidak stabil.

"Di agak tengah itu sudah mulai goyang ya, sudah mulai tidak stabil. Saya sempat nengok ke belakang dan memberi instruksi untuk mundur," ujar Citra, dikutip dari program Saksi Kata yang tayang di Youtube TribunJabar Video pada 4 September 2026.

Tak lama kemudian, kawat sling di sisi kanan jembatan diduga patah.

Kondisi tersebut membuat badan jembatan langsung miring secara drastis dan menyebabkan puluhan orang yang berada di atasnya terjatuh atau berusaha menyelamatkan diri.

Citra yang berada di sisi kiri jembatan berusaha bertahan dalam kondisi panik.

"Saya kayak merangkak gitu loh, setengah tengkurap glosor ke bawah. Saya langsung memegang plat yang ada di tengah-tengah pijakan kayu," kenangnya.

Situasi semakin membahayakan karena jembatan berada di ketinggian sekitar 20-30 meter dari dasar sungai yang saat itu mengering dan dipenuhi bebatuan berukuran besar.

Citra akhirnya berhasil dievakuasi setelah Camat Cijulang menarik tangannya menuju bagian tepi jembatan yang lebih aman.

Baca juga: Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Anjlok, KSAD: Kami Mohon Maaf dan Bertanggung Jawab

Insiden tersebut menyebabkan Kakak dari penyanyi Cakra Khan itu mengalami luka memar dan pembengkakan pada tangan kanannya.

Luka tersebut diduga akibat benturan ketika Citra berusaha menahan tubuhnya agar tidak terjatuh dari jembatan.

Meski demikian, berdasarkan keterangan Humas Pemkab Pangandaran dan kepolisian, seluruh rombongan pejabat maupun warga yang berada di lokasi dilaporkan selamat.

Berdasarkan keterangan di lapangan dan video yang beredar, jembatan diduga mengalami anjlok akibat kelebihan kapasitas atau over capacity.

Tingginya antusiasme warga Desa Margacinta untuk menyaksikan prosesi peresmian membuat lebih dari 50 orang berada di atas jembatan dalam waktu bersamaan.

Kondisi tersebut diduga melebihi kapasitas beban yang dapat ditanggung jembatan.

Dandim 0625/Pangandaran, Letkol Czi Citra Kurniawan, kemudian menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dalam mengendalikan jumlah warga yang melintas saat acara peresmian berlangsung.

Jembatan Permanen Akan Dibangun

Insiden tersebut turut memunculkan desakan agar pembangunan dan kelayakan infrastruktur di kawasan tersebut dievaluasi.

Kepala Desa Margacinta, Enceng Anwar Hin, berharap jembatan gantung tersebut segera diganti dengan jembatan permanen.

Menurutnya, keberadaan jembatan permanen diperlukan untuk meningkatkan keselamatan sekaligus mendukung aktivitas masyarakat.

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami juga berharap ke depan tidak ada lagi pembangunan jembatan gantung dengan risiko keselamatan tinggi di wilayah Pangandaran.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengambil alih penanganan pembangunan jembatan tersebut.

Anggaran pembangunan jembatan permanen di Desa Margacinta direncanakan masuk dalam APBD Jawa Barat 2027.

Jembatan permanen itu nantinya diharapkan dapat dilalui kendaraan roda empat sehingga mampu memperlancar akses masyarakat, khususnya menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi warga setempat.

(Tribunnews.com/Falza)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.