5 Nelayan Asal Tual - Maluku Selamat Usai Longboat Mati Mesin di Perairan Pulau Ler-Ngodan
Ode Alfin Risanto September 06, 2026 09:02 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Lima nelayan asal Desa Fiditan, Kota Tual, Maluku, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah longboat yang mereka gunakan mengalami mati mesin dan terombang-ambing di perairan antara Pulau Ler dan Pulau Ngodan, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (6/9/2026). 

Operasi SAR yang berlangsung cepat berhasil menemukan seluruh korban hanya beberapa jam setelah laporan diterima.

Komandan Tim Operasi SAR, Guntur Mohan Mewar, mengatakan informasi kondisi membahayakan jiwa manusia diterima Pos SAR Tual sekitar pukul 15.50 WIT dari Rahmat Saleh, yang merupakan keluarga sekaligus salah satu korban.

"Setelah menerima laporan sekitar pukul 15.50 WIT, Tim Rescue Pos SAR Tual langsung bergerak menuju lokasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dengan jarak sekitar 14,28 nautical mile ke arah barat dari Pelabuhan PPN Tual," jelas Guntur.

Baca juga: Ekspor Maluku Tumbuh 17,86 Persen, Masih Bergantung pada Ikan dan Pasar Tiongkok

Baca juga: Gubernur Maluku Dorong Festival Hadroh Perkuat Persaudaraan dan Wisata Religi

Tim SAR kemudian melakukan pencarian di lokasi yang dilaporkan. 

Sekitar pukul 17.02 WIT, longboat yang mengalami kerusakan mesin berhasil ditemukan masih berada di sekitar lokasi kejadian.

Seluruh nelayan ditemukan dalam kondisi selamat dan segera dievakuasi menuju Kota Tual untuk diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Guntur menjelaskan, kelima nelayan berangkat melaut sejak pukul 09.00 WIT menuju spot memancing di sekitar Perairan Pulau Ler dan Pulau Ngodan.

"Mereka sebenarnya sudah dalam perjalanan pulang usai memancing sekitar pukul 15.30 WIT. Namun di tengah perjalanan, longboat mengalami mati mesin sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dan terombang-ambing di laut," katanya.

Menurut Guntur, laporan yang cepat dari pihak keluarga menjadi faktor penting sehingga operasi pencarian dapat segera dilaksanakan.

"Alhamdulillah setelah dilaporkan dan diteruskan ke Pos SAR Tual, operasi SAR langsung dilaksanakan dan seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat serta sudah diserahkan kepada pihak keluarga," ujarnya.

Adapun lima nelayan yang berhasil diselamatkan masing-masing Rahmat Saleh (32), Tamiruddin (40), Nawir (36), Kamarudin (43), dan Sahar Renuat (41).

Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Pos SAR Tual bersama keluarga korban. 

Dalam operasi tersebut digunakan RIB Pos SAR Tual dan Rescue Car sebagai sarana pendukung.

Saat proses pencarian berlangsung, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan dengan angin bertiup dari barat laut hingga barat berkecepatan sekitar 20 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. 

Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing disertai ucapan terima kasih atas kerja sama dalam operasi penyelamatan tersebut.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.