BMKG Pastikan Erupsi Gunung Anak Krakatau Tak Picu Tsunami di Pesisir Selat Sunda
Laksmi Anindita September 06, 2026 08:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan erupsi Gunung Anak Krakatau tidak menunjukkan adanya potensi tsunami.

Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan pemantauan terhadap 20 sensor tsunami gauge di sekitar Selat Sunda tidak mendeteksi anomali pada muka air laut.

Sementara itu, analisis menggunakan teknologi High-Frequency (HF) Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung menunjukkan probabilitas terjadinya tsunami berada pada level rendah.

Probabilitas tersebut tercatat di bawah 40 persen, dengan tinggi gelombang laut sekitar 1 meter.

Meski tidak terdeteksi potensi tsunami, BMKG mencatat sejumlah fenomena sekunder akibat aktivitas erupsi. Di antaranya gangguan geomagnetik dan peningkatan sambaran petir vulkanik.

Ardhasena menjelaskan, sensor di Lampung Selatan dan Serang mendeteksi gangguan geomagnetik yang sejalan dengan meningkatnya aktivitas petir vulkanik dalam 12 jam terakhir.

"Sensor di Lampung Selatan dan Serang mencatat adanya gangguan geomagnetik yang selaras dengan kenaikan sambaran petir vulkanik pada rentang waktu 12 jam terakhir," ungkap Ardhasena, dikutip dari BMKG.

Menurutnya, intensitas gangguan tersebut masih lebih rendah dibandingkan saat letusan awal.

BMKG mengimbau masyarakat, terutama warga dan mereka yang beraktivitas di sepanjang pesisir Selat Sunda, untuk tetap waspada dan tidak panik.

Masyarakat juga diminta menyaring informasi yang beredar serta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.