TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kesempatan mengikuti pelatihan di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menjadi momen yang diinginkan banyak orang, termasuk bagi Direktur Politeknik Pengadaan Nasional (Polteknas), Dr. H. Komala Sari, S.T., S.H., M.Si., M.H.
Ia mendapat undangan sebagai peserta Pelatihan Untuk Pelatih atau Training of Trainers (ToT) Angkatan 41 Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Dosen, Guru, dan Widyaiswara yang digelar Lemhannas RI di Jakarta.
Komala sendiri merupakan Direktur Polteknas, yang merupakan perguruan tinggi vokasi pertama di Indonesia yang berfokus secara khusus pada bidang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Kampus ini berlokasi di kawasan Sukajadi Pekanbaru, Riau.
Pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai Senin (7/9/2026) hingga 15 September 2026 dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagi Komala Sari, kesempatan tersebut bukan sekadar agenda perjalanan dinas. Ia menyebut pelatihan yang digelar Lemhannas merupakan kesempatan langka untuk mendapatkan penguatan wawasan kebangsaan sekaligus bertemu dengan para pendidik dan tenaga pengajar dari berbagai penjuru Indonesia.
Namun, rencana yang telah dipersiapkannya harus tertahan oleh situasi di luar kendalinya. Erupsi Anak Gunung Krakatau yang menyebabkan sebaran abu vulkanik di ruang udara berdampak terhadap operasional penerbangan.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta sempat ditutup dan penutupan tersebut diperpanjang, sehingga sejumlah penerbangan dari dan menuju Pekanbaru ikut dibatalkan.
Komala Sari merupakan salah satu penumpang yang terdampak kondisi tersebut. Ia seharusnya telah berangkat dari Pekanbaru menuju Jakarta untuk memastikan dapat mengikuti pelatihan yang dimulai keesokan harinya.
"Sedih sebenarnya, cuma mau bagaimana lagi. Ini di luar kemampuan kita," ujar Komala Sari kepada Tribun, Minggu sore.
Ia mengaku tidak hanya dirinya yang menghadapi persoalan serupa. Para peserta yang berasal dari luar Jawa juga ikut menghadapi kendala perjalanan karena penerbangan menuju Jakarta terdampak pembatalan.
Menurutnya, situasi tersebut membuat dirinya hanya bisa pasrah sembari menunggu perkembangan penerbangan dan informasi selanjutnya.
Di sisi lain, kegiatan ToT Angkatan 41 tersebut tetap berjalan sesuai jadwal. Informasi yang diterimanya melalui grup komunikasi peserta menyebutkan pelatihan tetap dilaksanakan mulai 7 hingga 15 September 2026.
"Kegiatan tetap berjalan sesuai jadwal sebagaimana informasi yang kami terima di grup yang sudah dibentuk," imbuhnya.
Baca juga: Masih Bertambah, 34 Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Batal Imbas Erupsi Anak Gunung Krakatau
Kondisi itu membuat peserta dari luar Jawa harus mencari berbagai kemungkinan agar tetap dapat mengikuti kegiatan. Sebagian peserta, menurut Komala Sari, kemungkinan telah lebih dahulu berada di Jakarta sebelum terjadi pembatalan penerbangan. Ada pula peserta yang mungkin memilih alternatif perjalanan melalui jalur darat.
Sementara Komala Sari masih menunggu kepastian mengenai perkembangan penerbangan dari Pekanbaru. Ia berharap kondisi penerbangan segera kembali normal sehingga peserta yang masih berada di luar Jakarta memiliki kesempatan untuk berangkat dan mengikuti pelatihan tersebut.
Pelatihan yang diikutinya sendiri memiliki arti penting karena Lemhannas RI merupakan lembaga pemerintah yang memiliki tugas dalam pendidikan dan pengkajian strategis, termasuk pemantapan nilai-nilai kebangsaan. Materi seperti ini menjadi relevan bagi para dosen, guru dan widyaiswara yang nantinya turut berperan dalam membentuk pemahaman kebangsaan di lingkungan pendidikan.
Di tengah kesempatan langka tersebut, Komala Sari kini berada dalam situasi yang tidak pernah diperkirakannya. Agenda yang sudah tersusun rapi harus berhadapan dengan kondisi alam yang membuat perjalanan udara ke Jakarta terganggu.
Sementara itu proses pembatalan keberangkatannya ke Jakarta dikatakan Komala Sari, masing-masing penumpang telah dihubungi oleh maskapai yang sudah dipilih sebelumnya, di mana terdapat dua opsi yakni reschedule atau refund.
Kumala sendiri memilih refund, karena belum ada kepastian untuk bisa berangkat lagi. Namun diakuinya untuk refund walaupun uang dikembalikan namun tidak sepenuhnya, dan tetap ada pemotongan biaya administrasi.
Sebelumnya, PGS General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Imamura Ginting, menyampaikan bahwa hingga pukul 16.36 WIB tercatat 34 penerbangan dari dan menuju Bandara SSK II Pekanbaru dibatalkan akibat dampak erupsi Anak Gunung Krakatau dan penyesuaian operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta.
Pembatalan tersebut mencakup penerbangan dari sejumlah maskapai, di antaranya Pelita Air, Citilink, Lion Air, Super Air Jet, Batik Air, Garuda Indonesia hingga Susi Air.
Imamura sebelumnya menjelaskan bahwa pihak Bandara SSK II terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait. Penumpang yang terdampak diminta melapor kepada maskapai untuk mendapatkan informasi mengenai penjadwalan ulang atau reschedule maupun mekanisme pengembalian tiket sesuai ketentuan.
Bagi Komala Sari, kini tidak banyak yang bisa dilakukan selain menunggu kepastian. Kesempatan untuk mengikuti pelatihan Lemhannas masih terbuka, tetapi perjalanan menuju Jakarta sepenuhnya bergantung pada kondisi penerbangan dan keputusan pihak berwenang.
(Tribunpekanbaru.com/Alexander)