Atasi Abu Vulkanik, Polresta Bandar Lampung Siram Jalan Protokol Pakai Water Cannon
Robertus Didik Budiawan Cahyono September 06, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Abu vulkanik dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) masih menyelimuti sejumlah wilayah di Lampung.

Baca juga: Imbauan Wali Kota Bandar Lampung Menyikapi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kepolisian mengambil langkah untuk mengurangi dampak abu vulkanik yang mengendap di permukaan jalan Kota Bandar Lampung.

Polresta Bandar Lampung mengerahkan mobil taktis water cannon untuk menyemprot sejumlah ruas jalan protokol pada Minggu (6/9/2026) siang.

Penyemprotan dilakukan dengan membasahi permukaan jalan yang terdapat debu abu vulkanik.

Langkah tersebut dilakukan agar abu vulkanik tidak mudah beterbangan saat terkena angin maupun ketika dilintasi kendaraan.

Kasi Humas Polresta Bandar Lampung AKP Agustina Nilawati mengatakan penyemprotan merupakan bentuk respons kepolisian terhadap kondisi lingkungan akibat sebaran abu vulkanik.

"Personel kami melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan menggunakan water cannon untuk membantu mengurangi debu dan abu vulkanik yang berada di jalan," kata Agustina, Minggu (6/9/2026).

Menurut Agustina, abu vulkanik yang mengering di permukaan jalan berpotensi kembali beterbangan ketika dilintasi kendaraan.

Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama pengendara sepeda motor yang melintas di ruas jalan terdampak.

Karena itu, masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan abu vulkanik.

"Untuk masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah, kami imbau menggunakan masker. Jika tidak ada keperluan penting, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah," ujarnya.

Selain menggunakan masker, masyarakat juga diminta berhati-hati saat berkendara karena keberadaan abu vulkanik di jalan dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Agustina juga mengimbau masyarakat tidak panik serta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Warga diminta mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi yang disampaikan pemerintah maupun instansi terkait.

"Yang terpenting masyarakat tetap tenang, waspada dan menjaga keselamatan. Ikuti informasi resmi dan lindungi diri serta keluarga dari paparan abu vulkanik," pungkas Agustina.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.