TRIBUNMANADO.CO.ID - TOMOHON - Musim kemarau dan fenomena El Niño mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Sejumlah sumber air yang menjadi bagian dari sistem pelayanan PDAM Kota Tomohon mengalami penurunan debit.
Hal ini disampaikan Ketua Badan Pengawas PDAM Kota Tomohon, Jani Mamengko, saat dihubungi melalui WhatsApp, Minggu (6/9/2026) malam.
Jani mengatakan, kondisi tersebut mulai terasa di sejumlah sumber air yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat.
"Penurunan debit air mulai terjadi di beberapa sumber yang menjadi bagian dari sistem pelayanan PDAM," kata Jani kepada Tribun.
Di Tomohon Utara, sumber air yang terdampak di antaranya Sasala 1 dan 2, Pinawelaan, Patar, Regesan, Mahlimbukar 1 dan 2, serta Raouwe.
Sementara di Tomohon Tengah terdapat sumber Sineleyan.
Kemudian di Tomohon Timur yakni Kalimpezan dan Ranonekutu.
Untuk wilayah Tomohon Selatan, penurunan debit terjadi di sumber Perum GBTL 2 dan Mahwuleleng.
Sedangkan di Tomohon Barat, sumber yang terdampak yakni, Makalisung.
Besaran penurunan debit di masing-masing sumber bervariasi.
Makalisung mengalami penurunan sekitar 30 persen.
Sasala 1 dan 2, Pinawelaan serta Raouwe turun sekitar 40 persen.
Kemudian Patar, Regesan, Mahlimbukar 1 dan 2 serta Kalimpezan mengalami penurunan hingga 50 persen.
Penurunan paling tinggi terjadi di Mahwuleleng yang mencapai 60 persen.
Sementara Ranonekutu sudah mengalami kondisi kering total atau debit 0 persen.
Menurut Jani, kondisi tersebut tidak lepas dari kemarau dan fenomena El Nino yang menyebabkan berkurangnya curah hujan serta ketersediaan air.
"Situasi ini menjadi perhatian kami, sehingga kondisi sumber-sumber air terus dipantau," ujarnya.
PDAM Kota Tomohon saat ini melakukan sejumlah langkah untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat.
Di antaranya dengan memantau kondisi sumber air, menyesuaikan pola distribusi berdasarkan ketersediaan air, serta mengoptimalkan sumber-sumber yang masih dapat dimanfaatkan. (pet)
Baca juga: Dampak Kemarau Panjang, Warga Tinoor Kota Tomohon Pilih Cuci Baju hingga Mandi di Sungai