SURYA.co.id – Erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda pada Minggu (6/9/2026) tidak hanya mengganggu penerbangan di Jakarta dan Lampung.
Dampaknya menjalar hingga sejumlah bandara di Jawa Timur melalui gangguan konektivitas, penutupan bandara asal maupun tujuan, serta perubahan rotasi pesawat.
Sedikitnya empat bandara di Jawa Timur, yakni Bandara Internasional Juanda, Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Bandara Internasional Dhoho Kediri, dan Bandara Banyuwangi, mengalami dampak terhadap operasional penerbangan.
Bentuk gangguannya berbeda-beda, mulai dari pembatalan puluhan penerbangan hingga penghentian sementara rute tertentu.
Di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, jumlah pembatalan bahkan terus bertambah sepanjang Minggu. Pada pembaruan pukul 13.45 WIB, sebanyak 42 penerbangan dibatalkan.
Namun, hingga pukul 19.50 WIB, jumlah tersebut meningkat menjadi 75 penerbangan, terdiri atas 37 keberangkatan dan 38 kedatangan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa gangguan penerbangan akibat erupsi tidak selalu berarti bandara di Jawa Timur harus ditutup. Banyak penerbangan batal karena bandara asal atau tujuan berada di wilayah yang operasionalnya dihentikan sementara.
Bandara Internasional Juanda menjadi titik dengan dampak terbesar di Jawa Timur. Pada data awal per pukul 13.45 WIB, terdapat 19 penerbangan kedatangan dan 23 penerbangan keberangkatan yang dibatalkan, atau total 42 penerbangan. Mayoritas penerbangan tersebut berkaitan dengan rute dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta serta Bandara Halim Perdanakusuma.
Namun, situasi kemudian berkembang. Hingga pukul 19.50 WIB, pengelola Juanda mencatat 75 penerbangan dibatalkan, bertambah 33 penerbangan dibandingkan laporan sebelumnya. Rute yang terdampak juga mencakup penerbangan dari dan menuju Bandara Husein Sastranegara, Bandung.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, membenarkan bahwa gangguan operasional di sejumlah bandara berdampak langsung terhadap penerbangan di Surabaya.
"Sehubungan dengan adanya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada operasional sejumlah bandara di sekitar wilayah tersebut, telah terjadi penyesuaian operasional penerbangan pada beberapa bandara," kata Tohir dalam standby statement, Minggu (6/9/2026).
Menurut dia, persoalannya tidak berhenti pada bandara yang ditutup. Penyesuaian jadwal di satu bandara dapat mengganggu pergerakan pesawat di bandara lain.
"Kondisi tersebut kemudian menimbulkan dampak berantai pada konektivitas dan rotasi penerbangan, sehingga turut memengaruhi sebagian operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda," ujarnya.
Pada pembaruan awal, penerbangan kedatangan yang batal antara lain Lion Air LNI 690, Batik Air BTK 6584, serta BTK 7513 dari Jakarta dan Halim Perdanakusuma. Pembatalan juga terjadi pada sejumlah penerbangan Citilink, Garuda Indonesia, dan Pelita Air dari Jakarta.
Penerbangan NAM Air dari Pangkalan Bun dan Sampit menuju Surabaya juga ikut terdampak karena terganggunya rotasi pesawat di Jakarta.
Di terminal, dampak pembatalan terlihat dari penumpukan calon penumpang di area customer service dan counter check-in untuk mengurus penjadwalan ulang maupun pengembalian dana tiket.
Baca juga: Asal Usul Gunung Anak Krakatau yang Kini Erupsi hingga Berdampak ke Penerbangan Surabaya - Jakarta
Dampak berikutnya dirasakan di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang. Pada pembaruan awal siang hari, tiga penerbangan disebut batal dan dua lainnya masih menunggu perkembangan.
Namun, pembaruan operasional pada Minggu malam menunjukkan seluruh lima penerbangan yang direncanakan dari Bandara Abdulrachman Saleh menuju Jakarta dibatalkan. Lima penerbangan tersebut terdiri atas empat penerbangan Batik Air dan satu penerbangan Citilink, dengan tujuan Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.
Kepala UPT Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Purwo Cahyo Widhiatmoko, mengatakan pembatalan berkaitan dengan penutupan bandara di Jakarta.
"Kami menyampaikan bahwa penerbangan hari ini (Minggu) dari rencana lima penerbangan di cancel (dibatalkan) semua, ini karena adanya penutupan bandara di Jakarta setelah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau," kata Cahyo.
Sebelumnya, dua penerbangan Batik Air masih berstatus menunggu perkembangan, yakni rute Halim Perdanakusuma–Malang–Halim Perdanakusuma serta Soekarno-Hatta–Malang–Soekarno-Hatta. Perkembangan kondisi ruang udara dan bandara asal kemudian membuat seluruh jadwal tersebut akhirnya batal.
Menariknya, kondisi di Malang tidak menunjukkan penumpukan penumpang dalam jumlah besar. Sebagian penumpang langsung dilayani maskapai untuk memilih reschedule atau refund.
Salah satunya Tutik yang semula hendak terbang bersama suaminya ke Jakarta untuk menghadiri agenda di ibu kota. Ia mengaku baru mengetahui perubahan penerbangan ketika berada di bandara.
Karena memiliki agenda di Jakarta, Tutik akhirnya memilih mengajukan pengembalian tiket.
"Harusnya berangkat pukul 11.00. Tapi karena ada penundaan ini, katanya mau refund," ujarnya.
Baca juga: Sejarah Gunung Anak Krakatau yang Kini Erupsi, Muncul Setelah Krakatau Meletus dan Hancur
Bandara Internasional Dhoho Kediri juga masuk dalam daftar bandara Jawa Timur yang terdampak. Dua penerbangan Indonesia AirAsia, yakni rute Jakarta–Kediri dan Kediri–Jakarta, dibatalkan pada Minggu.
Penerbangan IU 356 dari Jakarta menuju Dhoho yang dijadwalkan tiba pukul 11.50 WIB dibatalkan. Begitu pula IU 357 dari Dhoho menuju Jakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 12.30 WIB.
General Manager Bandara Internasional Dhoho Kediri, Rahmat Yoni Saputra, menyatakan pihaknya melakukan penyesuaian operasional dengan mengutamakan faktor keselamatan.
"Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas kami," kata Rahmat.
Gangguan di Dhoho memperlihatkan bagaimana sebuah bandara yang secara fisik tidak berada di sekitar Gunung Anak Krakatau tetap dapat terkena efek erupsi. Ketika bandara utama di Jakarta berhenti beroperasi, koneksi udara dari Kediri menuju ibu kota otomatis ikut terganggu.
Bandara Banyuwangi menjadi bandara lain di Jawa Timur yang terdampak, tetapi dengan pola berbeda. Operasional umum bandara tetap berjalan normal, sementara penerbangan yang terhubung dengan Jakarta dibatalkan.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi, menyatakan seluruh penerbangan pada rute Banyuwangi–Jakarta untuk Minggu (6/9/2026) diberikan skema pengembalian dana penuh atau penjadwalan ulang tanpa biaya.
"Untuk seluruh penerbangan Keberangkatan BWX - CGK hari ini tanggal 6 September 2026 diberikan skema refund full dan reschedule free," kata Holik.
Ia menegaskan, kondisi operasional Bandara Banyuwangi secara umum tetap normal di luar rute Jakarta.
"Secara umum, kondisi operasional di Bandara Banyuwangi berjalan normal, kecuali untuk penerbangan dengan Rute CGK -BWX- CGK," lanjut dia.
Artinya, persoalan utama bukan abu vulkanik yang secara langsung membuat Bandara Banyuwangi berhenti beroperasi, melainkan terputusnya koneksi dengan Jakarta setelah Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara.
Rangkaian pembatalan ini memperlihatkan karakter khusus gangguan penerbangan akibat abu vulkanik. Sebuah bandara tidak harus berada tepat di dekat gunung api untuk terkena dampaknya.
Sebaran abu dapat mengganggu ruang udara dan membuat penerbangan pada rute tertentu dinilai tidak aman. Ketika sebuah bandara penting seperti Soekarno-Hatta atau Halim Perdanakusuma menghentikan operasional, efek berikutnya adalah pesawat tidak dapat datang atau berangkat sesuai jadwal.
Dampaknya kemudian menjalar ke bandara lain melalui sistem rotasi armada. Pesawat yang seharusnya terbang dari Jakarta ke Surabaya, Malang, Kediri, atau Banyuwangi tidak dapat menjalankan perjalanan berikutnya. Karena itu, penumpang di Jawa Timur dapat mengalami pembatalan meskipun bandara tempat mereka berada masih beroperasi.
Kementerian Perhubungan sendiri kemudian memperbarui cakupan gangguan. Pada pemantauan sore 6 September 2026, Kemenhub menyebut penutupan sementara telah mencakup delapan bandara dan diperpanjang hingga pukul 24.00 WIB.
Situasi penerbangan pada masa gangguan abu vulkanik bersifat dinamis. Jadwal yang sebelumnya tercantum berangkat tepat waktu dapat berubah beberapa jam kemudian karena keputusan operasional di bandara asal, bandara tujuan, maupun kondisi ruang udara.
Karena itu, calon penumpang di Juanda, Malang, Kediri, dan Banyuwangi perlu mengecek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara.
Kementerian Perhubungan juga memastikan penumpang yang penerbangannya dibatalkan akibat kondisi operasional bandara terdampak abu vulkanik mendapatkan hak pengembalian tiket atau refund 100 persen.
Gangguan penerbangan di Jawa Timur pada 6 September 2026 menunjukkan bahwa peta risiko penerbangan tidak bisa dibaca hanya berdasarkan jarak dari lokasi erupsi.
Juanda, Abdulrachman Saleh, Dhoho, dan Banyuwangi berada jauh dari Gunung Anak Krakatau, tetapi tetap terkena efek berantai karena jaringan penerbangan Indonesia sangat terhubung dengan Jakarta. Ketika simpul utama seperti Soekarno-Hatta dan Halim terganggu, bandara di daerah ikut menerima dampaknya.
Dalam konteks ini, angka 42 penerbangan di Juanda bukan merupakan angka final. Data tersebut adalah snapshot pada pukul 13.45 WIB, sebelum kemudian bertambah menjadi 75 penerbangan pada pukul 19.50 WIB. Perubahan cepat itu menjadi gambaran bahwa selama status abu vulkanik belum aman dan penutupan bandara masih diperpanjang, jumlah penerbangan terdampak masih dapat berubah.
Karena itu, informasi paling penting bagi penumpang bukan sekadar apakah sebuah bandara "buka" atau "tutup", melainkan apakah rute dan penerbangan spesifik mereka tetap beroperasi.
(Sulvi Sofiana/Benni Indo/Luthfi Husnika/Aflahul Abidin/SURYA.co.id)