Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi butuh 18 ribu pekerja ramai jadi sorotan. Usut punya usut, hal itu diduga lantaran munculnya pabrik mobil listrik di Subang, Jawa Barat.
Pabrik tersebut bahkan sudah diresmikan Kamis (3/9/2026). Sementara itu, untuk lokasinya sendiri pabrik listrik itu berada di kawasan Subang Smartpolitan Industrial Park.
Dan dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp 11,7 triliun.
Dimana bangunannya sendiri berdiri atas lahan seluas 126 hektare. Yang kapasitas produksinya mencapai 150 ribu unit kendaraan per tahun.
Dedi Mulyadi lantas mengungkapkan bahwa keberadaan dari parik mobil listrik B*D itu bisa menyerap tenaga kerja dari Jawa Barat.
Bahkan dalam rekrutmen terbaru, pabrik mobil listrik itu sudah menyerap hampir 9000 tenaga.
"Kemudian ke BYD, itu hampir 9.000 sekarang rekrutmen baru karena produknya diminati," beber Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Minggu (6/9/2026).
Lebih lanjut, aksi Dedi Mulyadi butuh 18 ribu pekerja juga disinggung Gubernur Jawa Barat itu. Dimana 18 ribu pekerja adalah angka perkiraannya.
Nantinya, para pekerja akan mencangkup beberapa posisi dari engineer hinga tenaga di bidang elektronik.
"Kami baru saja rapat dengan pengelola kawasan industri. Pabrik BYD, pabrik mobil listrik, butuh 18.000 pekerja.
Ini mencakup tenaga engineer dan elektronik. Tahun ini, kami siapkan," imbuh Dedi Mulyadi.
Tak berhenti sampai di situ, melansir dari TribunJabar.id, terkait Dedi Mulyadi butuh 18 ribu pekerja, ia meminta pemda mulai menyiapkan calon pekerja dari masyarakat sekitar agar keberadaan pabrik BYD dapat berdampak pada lingkungan sekitarnya.
"Pada tahun ini, Pemerintah Jawa Barat harus menyiapkan 18.000 untuk calon tenaga kerja di BYD, ya kan, baik tenaga kerja terampilnya maupun tenaga kerja biasanya," tandas Dedi Mulyadi.
Dan terakhir, apabila semuanya berjalan lancar, keberadaan pabrik mobil listrik ini bisa menjadi salah satu bagian dari masuknya investasi ke Jawa Barat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun akan terus membuka ruang bagi investasi baru, khususnya investasi yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
"Nanti kami sampaikan di berbagai tempat, investasi masuk, orang kerja semakin banyak," tandasnya.