TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sejumlah kawan serta kerabat WNA Polandia, Marcin Dawid (44) tampak sudah berada di depan Ruang Jenazah RSU Negara, Jembrana, Bali, Senin 7 September 2026. Adalah penyerahan jenazah dari pihak kepolisian kepada pihak keluarga.
Selanjutnya, jenazah dilakukan kremasi di Krematorium Bahagia di Desa/Kecamatan Pekutatan.
Menurut pantauan, penyerahan jenazah secara resmi dilakukan sekitar pukul 09.00 WITA.
Selanjutnya, jenazah kemudian dipindahkan dari ruang jenazah menuju ambulance bernomor polisi DK 1516 JG yang merupakan mobil operasional dari Krematorium Bahagia di Pekutatan, Jembrana.
Baca juga: Jenazah Komang Yudi Dalam Proses Pemulangan, PMI Meninggal di Polandia Dijadwalkan Tiba Besok
Setelah rampung, kawan-kawan warga negara asing kemudian meninggalkan RSU Negara beriringan dengan mobil jenazah yang mengantar Marcin menuju krematorium.
"Kita sudah serahkan jenazah WNA Polandia tersebut ke perwakilan keluarga yang datang," kata Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta saat dikonfirmasi di RSU Negara, Senin 7 September 2026.
AKP Suparta menyebutkan, setelah berbagai proses identifikasi dan tahapan penyelidikan, Marcin Dawid (44) dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan atau terseret arus laut saat mandi di Pantai Tembles.
Sebab, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.
Jenazahnya kemudian ditemukan beberapa hari setelah di sekitar Pantai Air Kuning, Kecamatan Jembrana.
"Selanjutnya, keluarga melakukan kremasi jenazah di Krematorium Bahagia di Pekutatan," tandasnya.
Untuk diketahui, tim Inafis Satreskrim Polres Jembrana telah melakukan identifikasi terhadap jenazah yang ditemukan di Pantai Air Kuning di RSU Negara, Rabu 2 September 2026 malam.
Adalah diduga kuat seorang WNA Polandia bernama Marcin Dawid (44) yang sebelumnya dilaporkan hilang karena terseret arus saat mandi di Pantai Tembles, Kecamatan Mendoyo.
Identifikasi tersebut diperkuat dengan pernyataan teman korban yang mengenali jenazah dari ciri fisik dan asesoris yang dikenakan yakni kalung.
"Berdasarkan ciri-ciri dan hasil identifikasi yang kita lakukan, jenazah tersebut diyakini WNA Polandia yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus di Pantai Tembles," kata Kapolres Jembrana, AKBP Cheery Sinta Maygrand Simamora saat memberikan keterangan, belum lama ini.
AKBP Cheery melanjutkan, selain hasil identifikasi yang dilakukan, identitas jenazah tersebut terungkap berkat kesaksian dari salah satu teman atau kerabatnya. Adalah asesoris yang dikenakan korban sama dengan foto yang dimiliki temannya tersebut.
"Sesuai keterangan rekannya, korban ini dikenali lewat asesoris yang dikenakan. Seperti kalung yang dikenakan sama dengan yang ada di foto, kemudian ciri fisiknya juga mengarah ke korban," ungkapnya.