TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR — Huma Cafe yang berada di Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali, mengalami insiden pencurian.
Peristiwa yang terjadi pada 2 September 2026 ini menjadi kejadian kedua yang dialami tempat usaha tersebut. Aksi pelaku terbilang nekat.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi dan rekaman kamera pengawas (CCTV), pelaku diduga masuk ke area Huma Cafe dari sisi barat melalui kawasan persawahan.
Berdasarkan data diterima Tribun Bali, Senin 7 September 2026, pelaku diduga sudah mempersiapkan aksinya.
Baca juga: Gede Agus Nekat Curi Sertifikat Tanah hingga Cincin Emas Milik Ortu Pacar, Berawal dari Pinjam Motor
Dalam rekaman CCTV, pelaku terlihat mengenakan hoodie, masker, celana pendek serta sarung tangan.
Pada bagian kakinya juga terlihat tato yang menjadi salah satu ciri fisik yang terekam kamera.
Sebelum beraksi, pelaku sempat berada di area tamu. Ia kemudian bergerak ke sejumlah titik dan beberapa kali mengubah arah kamera CCTV yang berada di area tamu, kebun, bar hingga kitchen.
Pelaku selanjutnya menuju area bar. Di lokasi tersebut, pelaku diduga merusak gembok rolling door untuk bisa masuk ke dalam.
Setelah berhasil membuka akses, pelaku kembali mengubah arah kamera CCTV. Ia kemudian bergerak menuju area kitchen dan storage.
Di area storage inilah pelaku mengambil sebuah brankas yang sebelumnya terpasang pada tembok.
Berdasarkan temuan di lokasi, brankas tersebut diduga dilepaskan menggunakan alat yang ditemukan di area kitchen.
Brankas itu memiliki berat sekitar 20 kilogram dengan ukuran kurang lebih 42 × 35 × 30 sentimeter.
Selain brankas, sejumlah barang dan dokumen juga dilaporkan hilang dalam kejadian tersebut.
Barang yang hilang di antaranya Redmi Pad 2, handphone Samsung A14, mesin EDC BCA, mesin EDC Mandiri, berkas-berkas penting serta nota-nota penting.
FNB Project Manager Huma Cafe, Made Feby Prasetya, mengatakan pihak manajemen telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
"Kejadian ini sudah kami laporkan ke Polsek," ujarnya.
Pihak Huma Cafe juga telah mengamankan rekaman CCTV serta sejumlah bukti yang ditemukan di lokasi kejadian untuk membantu proses penyelidikan.
Saat ini, manajemen masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti seluruh barang yang hilang sekaligus menghitung total kerugian akibat kejadian tersebut.
"Kami menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan dan identifikasi pelaku kepada kepolisian. Manajemen berharap kasus tersebut dapat segera ditindaklanjuti dan pelaku dapat segera ditangkap, agar tidak meresahkan masyarakat dan pengusaha," tegasnya.
Informasi dihimpun, pencurian terhadap bangunan usaha tidak hanya terjadi di Huma Cafe, namun terdapat juga di wilayah Ubud hingga Tampaksiring. Di mana pencuri juga nyasar tempat usaha.
"Ciri-ciri pencuri yang melakukan pencucian di tempat lain, seperti di toko botol minuman sama seperti pelaku di tempat kami. Semoga aparat bisa mengungkap kasus ini, karena sangat meresahkan," tegasnya. (*)