Lindungi Warga dari Abu Vulkanik GAK, Brigif 4 Marinir Bagikan Masker di Pesawaran
Reny Fitriani September 07, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Prajurit Brigif 4 Marinir/BS Lampung membagikan masker kepada pengendara yang melintas di depan markas komando Kima Brigif 4 Marinir/BS, Senin (7/9/2026) pukul 10.35 WIB. 

Baca Juga: Abu Vulkanik GAK Masih Terdeteksi, BMKG Sebut Kualitas Udara Lampung Sedang

Dankima Brigif 4 Mar/BS, Mayor Marinir Bery Hendra Natal Simanjuntak mengatakan, pihaknya sengaja memberikan masker kepada pengendara dengan harapan agar terhindar dari debu vulkanik GAK. 

"Jadi kami memberikan masker ini untuk melindungi warga dari paparan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau," kata ​Mayor Marinir Bery Hendra Natal Simanjuntak, Senin (7/9/2026). 

Bery menjelaskan bahwa aksi turun ke jalan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian prajurit Marinir terhadap kesehatan masyarakat sekitar yang mulai merasakan dampak paparan abu vulkanik GAK. 

Diteruskannya, aksi sosial ini merupakan respons cepat pihaknya melihat paparan abu vulkanik yang mulai mengancam kawasan Pesawaran dan sekitarnya.

“Pembagian masker ini bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang melintas di depan Mako Brigif 4 Mar/BS. Ini respon langsung atas dampak erupsi Anak Gunung Krakatau yang menyebarkan abu vulkanik ke wilayah Pesawaran,” papar Bery. 

​Ia menjelaskan, abu vulkanik dari erupsi gunung api sangat berpotensi memicu gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

​"Oleh karena itu dengan penggunaan masker menjadi langkah krusial untuk meminimalkan risiko tersebut bagi warga yang beraktivitas di luar rumah," ucapnya.

Bery mengimbau warga untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan selama aktivitas GAK masih berlangsung.

​“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan," kata Bery. 

"Sesuai komitmen kami untuk berbuat dan berdampak, kegiatan kecil ini adalah upaya kami membantu warga sekitar sesuai dengan kapasitas dan tugas kami,” terusnya.

Pemberian masker tersebut pun disambut antusias oleh para pengendara sepeda motor maupun mobil yang melintas. 

"Alhamdulillah kegiatan pembagian masker ini berjalan aman, lancar, dan tertib," kata Bery.

Gunung Anak Krakatau Erupsi

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026.

Gunung Anak Krakatau kemudian mengalami erupsi pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 23.07 WIB.

Aktivitas erupsi tersebut terus menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap wilayah di sekitar Selat Sunda.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengintensifkan pemantauan selama 24 jam terhadap perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pemantauan dilakukan untuk melihat dampaknya terhadap atmosfer, penerbangan, serta kondisi laut di sekitar Selat Sunda. 

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.