SURYA.CO.ID SURABAYA - Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menambah stok Pertalite di Bondowoso Jawa Timur untuk memperkuat penyaluran BBM dan memenuhi kebutuhan masyarakat setelah antrean muncul akibat kendala distribusi.
Antrean terjadi di sejumlah SPBU Bondowoso setelah kepadatan lalu lintas di jalur Ketapang–Tanjungwangi, Banyuwangi, menghambat perjalanan mobil tangki pengangkut BBM. Kondisi itu membuat waktu tempuh pengiriman yang biasanya 8–10 jam menjadi lebih panjang.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan kepadatan lalu lintas di wilayah tersebut mencapai sekitar 12 kilometer. Dalam situasi tertentu, waktu tempuh mobil tangki bahkan menjadi sekitar 15-23 Jam.
"Kepadatan lalu lintas di wilayah tersebut mencapai sekitar 12 kilometer dan berdampak pada meningkatnya waktu tempuh mobil tangki. Kondisi yang sebelumnya dapat ditempuh sekitar 8–10 jam, dalam situasi tertentu menjadi lebih panjang sampai sekitar 15-23 Jam sehingga memengaruhi kelancaran pengiriman BBM ke Bondowoso, dan wilayah sekitarnya," kata Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Senin (7/9/2026).
Selain kendala distribusi, peningkatan konsumsi masyarakat turut menambah tekanan terhadap ketersediaan BBM di sejumlah SPBU. Pertamina kemudian mengatur ulang pola distribusi dengan memprioritaskan SPBU yang membutuhkan dan mengoptimalkan pasokan dari berbagai sumber.
Baca juga: Antrean Pertalite Mengular di SPBU Kota Malang, Pertamina Minta Pembeli Tak Panic Buying
Ahad mengatakan Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk memetakan kebutuhan di lapangan. Langkah tersebut mencakup penentuan prioritas pengiriman dan penyiapan alih suplai dari wilayah lain.
"Sebagai langkah percepatan, Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk memetakan kebutuhan di lapangan, menentukan prioritas pengiriman, serta menyiapkan alih suplai dari wilayah lain," jelas Ahad.
Pengaturan distribusi tersebut dilakukan untuk menjaga kebutuhan BBM di Bondowoso dan sekitarnya tetap terpenuhi sekaligus mempercepat penguraian antrean di SPBU.
Upaya penguatan pasokan mulai menunjukkan hasil. Pada 5 September 2026, realisasi suplai Pertalite di Bondowoso telah mencapai sekitar 112 persen dari kebutuhan normal.
Pertamina akan terus memantau stok SPBU secara berkala dan menyesuaikan pola distribusi berdasarkan kondisi serta kebutuhan aktual di lapangan.
Baca juga: BBM Langka di Bondowoso Jatim, Beli Pertalite Eceran Tembus Rp20.000, Imbas Macet Di Ketapang
"Kami memahami adanya antrean di sejumlah SPBU. Pertamina terus memperkuat pasokan dan mengatur prioritas pengiriman agar BBM dapat segera tersedia di SPBU yang membutuhkan. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk mempercepat distribusi,” ungkap Ahad.
Untuk mempercepat distribusi, Pertamina berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
Pertamina juga mengoptimalkan koordinasi dengan IT Tanjungwangi serta menyiapkan alih suplai dari IT Surabaya guna memperkuat kebutuhan BBM di wilayah Bondowoso.
Pertamina memastikan ketersediaan BBM tetap menjadi prioritas dan kondisi stok di SPBU terus dipantau. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena dapat meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan BBM dan memperpanjang antrean.
Apabila masyarakat menemukan indikasi penyalahgunaan atau pelayanan penyaluran BBM yang tidak sesuai ketentuan, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135.