TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Kualitas udara di Kampar memburuk, Senin (7/9/2026). Sekolah masih menerapkan pembelajaran tatap muka.
Kualitas udara pada stasiun pemantau di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kampar di Bangkinang Kota, masuk kategori tidak sehat.
ilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) 143, seperti dilihat pada aplikasi ISPUNet pukul 12.00 WIB.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kampar, Helmi mengakui, seluruh sekolah masih berlakukan belajar tatap muka.
Kendati begitu, pihaknya mengambil kebijakan mempercepat jam belajar di sekolah.
"Hari ini siswa dipulangkan lebih cepat," katanya kepada Tribunpekanbaru.com.
Ditanya pemelajaran pada hari berikutnya, ia mengatakan, dibahas di tingkat kecamatan.
Baca juga: Kabut Asap Menyelimuti Dumai, Disdikbud Minta Pihak Sekolah Imbau Anak Didik Kenakan Masker
Baca juga: Kualitas Udara di Pelalawan Mendekati Sangat Tidak Sehat, Kabut Asap Kian Pekat
Ia menginstruksikan koordinator wilayah (Korwil) sebagai perwakilan dinas di tiap kecamatan untuk mencermati dampak asap di wilayahnya masing-masing.
Korwil menjadikan hasil pencermatan itu untuk dibahas bersama sekolah. Ia menyebut sekolah paling terdampak di Kecamatan Tambang dan Siak Hulu.
"Wilayah Tambang dan Siak Hulu. Kepada korwil lain kalau memang terdampak asap yang membahayakan, juga dipersilakan," ujarnya.
Menurut dia, pembahasan akan memutuskan apakah sekolah tetap tatap muka atau memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring.
Ia masih menunggu keputusan wilayah-wilayah yang melakukan pembahasan. (Fernando Sihombing)