Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA - 11 Desa di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT dihujani abu vulkanik setiap hari akibat erupsi gunung api Ile Lewotolok tak henti bergemuruh.
Hal itu diungkapkan Camat Ile Ape, Laurens Manuk kepada TribunFlore.com, Senin (7/9/2026) siang.
11 Desa tersebut yakni Desa Napasabok, Desa Bunga Muda, Desa Lamawara, Desa Amakaka, Desa Tanjung Batu, Desa Waowala, Desa Beutaran, Desa Tagawiti, Desa Dulitukan, Desa Palilolon dan Desa Kolipadan.
Sedangkan untuk wilayah yang lainnya pun mendapatkan semburan abu vulkanik tapi tidak masif seperti 11 desa yang disebutkan di atas.
Baca juga: Kisah Dua Penumpang di Bandara Komodo Mau Pulang Kalimantan Tertahan Karena Gempa dan Abu Vulkanik
"Itu akibat dari letak desa yang berada di Barat Laut wilayah Lembata atau tepatnya puncak gunung Ile Lewotolok. Yang mana erupsi selalu diikuti dengan arah angin dari dari Timur Tenggara ke Barat Laut," terang Camat Laurens Manuk
Ia menuturkan material letusan berupa abu vulkanik itu selalu mengarah ke wilayah desa di bagian utara atau tepatnya di barat laut.
"Sementara beberapa desa yang berada sedikit mengarah ke barat bagian selatan yaitu Desa Petuntawa sampai desa Laranwutun di ibu kota Kecamatan itu terkadang debu letusan letusan juga dia sampai ke desa-desa itu, tetapi yang masif setiap hari dalam jumlah yang banyak itu 11 desa yang saya sebutkan pertama tadi," ungkapnya.
Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami dua kali erupsi pada Senin (7/9/2026) pagi.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.41 WITA, kemudian kembali erupsi pada pukul 06.15 WITA. Jarak kedua erupsi tersebut hanya sekitar 34 menit.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Ili Lewotolok, erupsi pada pukul 05.41 WITA menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 600 meter di atas puncak, atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut (mdpl). (moa)