Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Wilayah Kabupaten Bogor terdampak hujan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).
Akan tetapi, karena banyaknya masyarakat yang ingin membeli masker, stoknya pun mengalami kelangkaan.
Kelangkaan masker pun terjadi di wilayah Cibinong yang menjadi pusat kota dari Kabupaten Bogor.
Bahkan, salah satu apotek yang berada di kawasan Sukahati sudah tidak menjual masker karena stoknya habis.
Penjaga apotek, Adit menyebut stok masker habis sejak Minggu (6/9/2026) yang menjadi awal hujan abu vulkanik.
Menurutnya, pada hari tersebut masyarakat cukup banyak yang mencari masker untuk melindungi saluran pernafasan dari debu.
Bahkan, pada pintu masuk apotek tersebut terpampang tulisan yang berinisi informasi bahwa masker habis.
"Banyak (masyarakat mencari masker), makanya ditempelin tulisan gitu, 10 (orang) mah lebih," ujar sang apoteker, Senin (7/9/2026).
Dengan kosongnya stok masker tersebut, pihaknya hingga saat ini masih menunggu pengiriman barang.
Ia menyebut jumlah pengitiman barang akan disesuaikan stok yang dimiliki oleh gudang di tengah tingginya permintaan.
"Kalau bakal nyetok sih nyetok. Cuma enggak tahu dari si gudangnya, kan kita cuma permintaan barang. Kalau misalkan ada barangnya ya dapet, kalau enggak ada barangnya ya enggak dapet," katanya.
Baca juga: Tips Bersihkan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau yang Menempel di Lantai Rumah, Jangan Asal Sapu
Sementara itu, dari penelusuran TribunnewsBogor.com kelangkaan juga terjadi pada apotek lainnya di kawasan Simpang PDAM.
Di apotek tersebut saat ini memiliki stok dengan jumlah sedikit dan bahkan sempat habis pada Minggu (6/9/2026).
Ia menyebut, masker yang banyak dicari yakni jenis duckbil dan masker medis dengan harga mulai dari Rp10 ribu per 3 pcs hingga Rp35 per box berisi 50 pcs.
"Kita juga ini baru datang. Kemarin memang udah habis, cuman tadi dapat lagi, dapatnya juga cuma dikit sih dapatnya," ujar Apoteker, Niska, Senin (7/9/2026).
Meski sempat mengalami lonjakan penjualan dan kehabisan stok, saat ini permintaan penjualan masker mengalami penurunan.
Hal itu dikarenakan menurunnya intensitas hujan abu vulkanik serta berkurangnya aktivitas masyarakat di luar rumah.
"Hari ini ada sih, cuma tidak seperti kemarin, mungkin kemarin ada yang udah dapat, jadi hari ini gak nyari gitu kan. Tadi pagi juga jalanan mulai agak sepi kalau tadi pagi ya, karena anak-anak juga gak sekolah, mungkin PJJ," katanya.