WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik dari aktivitas gunung berapi.
Abu vulkanik dapat membahayakan kesehatan, mengganggu lingkungan, hingga menghambat aktivitas sehari-hari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengungkapkan bahwa sebaran abu vulkanik telah sampai di Cikarang Pusat. Karena itu masyarakat perlu memahami langkah mitigasi apabila sewaktu-waktu wilayah terdampak sebaran abu vulkanik.
“Sebaran abu vulkanik sudah sampai ke Cikarang Pusat, tapi yang terpenting masyarakat tetap tenang, tetapi waspada. Ikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gunung api dan potensi sebaran abunya,” kata Dodi Supriadi pada Minggu (6/9/2026).
Ia menjelaskan, BPBD mengimbau warga menggunakan masker N95/KN95 atau masker tiga lapis ketika berada di lingkungan yang terpapar abu. Perlindungan mata menggunakan kacamata juga dianjurkan untuk menghindari iritasi.
Baca juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Jakarta, Harga Masker di Pasar Asemka Naik hingga Rp 25.000
Jika konsentrasi abu cukup tinggi, warga diminta tetap berada di dalam rumah dan membatasi aktivitas di luar ruangan.
Tak hanya melindungi pernapasan, cara membersihkan abu juga perlu diperhatikan. Abu yang menempel pada tubuh, kendaraan maupun lingkungan sebaiknya dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan. Langkah itu dilakukan untuk mencegah abu beterbangan dan kembali terhirup.
“Abu yang menempel dibersihkan dengan cara yang aman, jangan sampai justru beterbangan dan masuk ke saluran pernapasan,” ujarnya.
Warga juga diminta memperhatikan kondisi kendaraan. Abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang sekaligus berpotensi mengganggu kinerja mesin kendaraan.
Karena itu, masyarakat disarankan menghindari berkendara jika tidak diperlukan ketika kondisi lingkungan dipenuhi abu dan jarak pandang menurun.
Perlindungan juga berlaku bagi tanaman dan hewan ternak. Masyarakat yang memiliki tanaman maupun ternak diminta melakukan langkah antisipasi agar tidak terpapar abu secara langsung.
Tanaman dapat ditutup, sementara kandang ternak juga perlu dilindungi dari paparan abu.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak abu terhadap kondisi tanaman maupun kesehatan hewan.
Di sisi lain, BPBD mengingatkan masyarakat tetap menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan memperbanyak minum air putih.
Dodi menegaskan, masyarakat harus menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama. Perkembangan aktivitas gunung api maupun potensi sebaran abu perlu dipantau melalui BPBD, PVMBG dan instansi terkait.
“Jangan mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya. Pantau terus informasi resmi,” tegasnya.
BPBD Kabupaten Bekasi juga menyediakan layanan Pusdalops untuk pengaduan maupun kebutuhan informasi kebencanaan melalui nomor 0812-1907-1900. (MAZ)