TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Layanan bus sekolah di Kabupaten Trenggalek saat ini baru mengoperasikan tiga armada untuk mengantar dan menjemput siswa.
Tiga armada tersebut terdiri dari dua unit bus dan satu unit minibus atau Elf berpelat merah.
Meski jumlah armada masih terbatas, antusiasme pelajar untuk menggunakan layanan angkutan sekolah tersebut cukup tinggi.
Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Trenggalek bahkan berencana mengoperasikan kembali layanan untuk rute Kecamatan Bendungan.
Namun, rencana tersebut masih terkendala keterbatasan sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga pengemudi.
Baca juga: PSHT Resmi Laporkan Akun TikTok DON ke Polres Trenggalek, Ini Respons Polisi
Kasi Manajemen Angkutan dan Keselamatan Disperkimhub Trenggalek, Didik Budi Susilo, mengatakan tiga rute bus sekolah yang saat ini beroperasi melayani perjalanan menuju sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Trenggalek.
Ketiga rute tersebut masing-masing dari Kecamatan Tugu menuju Kecamatan Trenggalek, Dawuhan menuju Trenggalek, serta Sumberdadi menuju sekolah di Kecamatan Trenggalek.
"Iya. Untuk angkutan pelajar pada tahun 2026 ini kita mengoperasikan kendaraan pelat merah sejumlah dua unit bus dan satu unit minibus," terang Didik Budi Susilo kepada TRIBUNMATARAMAN.COM, Senin (7/9/2026).
Sebelumnya, layanan bus sekolah juga mencakup rute Kecamatan Bendungan.
Namun, rute tersebut belum dapat kembali dimanfaatkan karena Disperkimhub masih kekurangan tenaga pengemudi.
"Awalnya Bendungan juga, tapi karena masih kekurangan SDM, belum kita manfaatkan," ujarnya.
Kapasitas Bus Sekolah Masih Terbatas
Selain jumlah armada, kapasitas kendaraan juga menjadi salah satu kendala dalam memenuhi tingginya minat pelajar.
Didik menjelaskan, masing-masing armada memiliki kapasitas penumpang yang berbeda.
Bus sekolah memiliki kapasitas 27 tempat duduk dan masih dapat mengangkut hingga 10 penumpang berdiri.
Sementara itu, minibus jenis Elf memiliki kapasitas 22 tempat duduk.
Armada angkutan pelajar tersebut mulai berangkat pada pagi hari untuk mengantar siswa ke sekolah.
Bus sekolah berangkat sekitar pukul 06.15 WIB.
"Sementara penjemputan pada siang hari dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB armada sudah di lokasi," imbuhnya.
Antusiasme Siswa Tinggi, 150 Pelajar Terlayani
Tingginya antusiasme siswa menjadi tantangan tersendiri bagi Disperkimhub Trenggalek.
Didik mengatakan pihaknya belum dapat mengakomodasi seluruh siswa yang membutuhkan layanan angkutan pelajar karena kapasitas kendaraan masih terbatas.
"Kalau antusias, memang banyak sekali sehingga kita masih belum bisa memenuhi antusias itu karena kapasitas kendaraan," paparnya.
Saat ini, layanan bus sekolah tersebut mengangkut sekitar 130 hingga 150 siswa SMP.
Para siswa berasal dari sejumlah sekolah di Kabupaten Trenggalek, di antaranya SMPN 1, SMPN 3, SMPN 5, SMPN 6 Trenggalek, serta SLB Bhayangkari.
"Dari jumlah yang ada di Trenggalek saja, seperti SMP 1, 3, 5, 6, dan SLB Bhayangkari, masih relatif sedikit yang bisa kita bawa," terangnya.
Operasional Bus Sekolah Capai Rp214 Juta Setahun
Untuk menjalankan tiga armada angkutan pelajar tersebut, Pemkab Trenggalek harus menyiapkan anggaran operasional yang cukup besar.
Didik menyebut kebutuhan operasional bus sekolah mencapai ratusan juta rupiah dalam satu tahun.
"Untuk anggaran satu tahun keperluan operasional sebesar 214 juta," jelasnya.
Sementara terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kondisi tersebut disebut belum terlalu berdampak terhadap operasional bus sekolah.
Hal itu karena kendaraan pelat merah tersebut menggunakan BBM nonsubsidi sesuai dengan peruntukannya.
"Kalau kenaikan BBM, kita kebetulan menggunakan BBM yang nonsubsidi. Itu masih relatif aman sampai dengan tahun anggaran nanti di akhir 2026," akuinya.
Untuk tahun 2027, Disperkimhub Trenggalek memperkirakan kebutuhan operasional kendaraan pelat merah tersebut masih relatif sama dengan tahun sebelumnya.
Pemkab Trenggalek Siapkan Sopir Tambahan
Di tengah tingginya antusiasme pelajar, Disperkimhub Trenggalek masih berupaya menambah tenaga pengemudi.
Penambahan sopir diperlukan agar layanan bus sekolah dapat diperluas dan rute Bendungan yang sebelumnya sempat beroperasi dapat kembali dimanfaatkan.
Dengan tambahan tenaga pengemudi, diharapkan lebih banyak siswa di Kabupaten Trenggalek dapat menikmati layanan transportasi sekolah gratis atau angkutan pelajar milik pemerintah daerah.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya Pemkab Trenggalek memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan bus sekolah, mengingat jumlah siswa yang berminat menggunakan angkutan tersebut masih cukup banyak sementara kapasitas armada terbatas.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)