TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih terpantau tinggi. Berdasarkan laporan pengamatan periode 6 jam pada Senin (7/9/2026) pukul 06.00–12.00 WIB, tercatat 27 kali gempa letusan atau erupsi.
Gunung Semeru yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Selama periode pengamatan, cuaca di sekitar gunung api terpantau berawan hingga mendung dengan angin lemah bertiup ke arah barat laut. Suhu udara berkisar 18–23 derajat Celsius.
Secara visual, puncak Gunung Semeru tertutup kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan.
Selain 27 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi 45–132 detik, tercatat dua kali gempa guguran dengan amplitudo 6–8 mm dan durasi 69–92 detik.
Baca juga: 9 Hari Kebakaran, 3.072 Hektar Lereng Gunung Semeru Terbakar
Kemudian, terjadi dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 4–7 mm dan durasi 55–57 detik. Satu kali gempa harmonik juga tercatat dengan amplitudo 2 mm dan durasi 204 detik.
Sementara itu, gempa tektonik jauh tercatat satu kali dengan amplitudo 40 mm, S-P 18 detik, dan durasi 182 detik. Laporan pengamatan tersebut dibuat oleh Yadi Yuliandi.
Menurut laporan pengamatan yang dibuat oleh pengamat ESDM Magma Indonesia, Yadi Yuliandi, aktivitas Gunung Semeru pada Senin (7/9/2026) pukul 06.00–12.00 WIB masih berada pada Level III (Siaga).
“Selama periode pengamatan tercatat 27 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi 45–132 detik. Selain itu, tercatat dua kali gempa guguran, dua kali gempa hembusan, satu kali gempa harmonik, serta satu kali gempa tektonik jauh,” demikian laporan tersebut.
Pada periode yang sama, Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) terakhir diterbitkan pada 7 September 2026 pukul 04.41 UTC atau 11.41 WIB. Kode warna penerbangan Gunung Semeru berada pada ORANGE.
Erupsi tercatat pada pukul 04.41 UTC atau 11.41 waktu setempat. Namun, tidak teramati adanya awan abu vulkanik. Aktivitas erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi maksimum 114 detik.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Kewaspadaan khusus diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.