1.154 Penumpang Bandara Komodo Labuan Bajo Batal Berangkat Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
Nofri Fuka September 07, 2026 04:42 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tari Rahmaniar

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk rute Jakarta-Labuan Bajo dan sebaliknya.

Sebaran abu vulkanik menyebabkan sejumlah penerbangan di Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mengalami pembatalan.

Berdasarkan data operasional Bandar Udara Komodo, terdapat delapan penerbangan rute Jakarta-Labuan Bajo dan Labuan Bajo-Jakarta yang dibatalkan.

Pembatalan tersebut berdampak terhadap 1.154 penumpang, terdiri atas 497 penumpang yang dijadwalkan tiba dari Jakarta dan 657 penumpang yang akan berangkat dari Labuan Bajo menuju Jakarta.

 

Baca juga: Sekolah dari Kayu dan Daun, Guru dan Warga Manggarai Barat Selamatkan Pendidikan 40 Anak Pascagempa

 

 

Delapan penerbangan yang terdampak masing-masing terdiri atas empat penerbangan dari Jakarta menuju Labuan Bajo dan empat penerbangan dari Labuan Bajo menuju Jakarta.

Sejumlah maskapai yang terdampak antara lain Batik Air Indonesia, Indonesia AirAsia, Garuda Indonesia, dan Super Air Jet.

Kepala Kantor UPBU Kelas II Komodo, Ceppy Triono, mengatakan pembatalan dilakukan sebagai langkah keselamatan menyusul kondisi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama. Setiap keputusan operasional penerbangan akan mempertimbangkan perkembangan kondisi abu vulkanik serta informasi keselamatan penerbangan yang berlaku,” ujar Ceppy, Senin (7/9/2026).

Menurut Ceppy, pihak Bandar Udara Komodo terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memantau perkembangan sebaran abu vulkanik.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi ruang udara tetap aman sekaligus menjaga pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan.

Di sisi lain, penumpang yang terdampak pembatalan diminta segera berkoordinasi dengan maskapai masing-masing.

Mekanisme penjadwalan ulang (reschedule) maupun pengembalian biaya tiket (refund) akan mengikuti kebijakan dan ketentuan masing-masing maskapai.

Ceppy juga mengimbau calon penumpang agar tidak langsung menuju Bandar Udara Komodo sebelum memastikan status penerbangannya.

“Kami mengimbau calon penumpang untuk secara berkala memeriksa status penerbangannya melalui kanal resmi maskapai masing-masing. Kondisi dapat berkembang mengikuti pergerakan dan sebaran abu vulkanik,” ungkapnya.

Calon penumpang juga diminta memperhatikan informasi terbaru dan menghubungi maskapai apabila membutuhkan kepastian terkait jadwal penerbangan maupun alternatif perjalanan.

Sementara itu, BMKG melaporkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terus dipantau karena arah dan cakupannya dapat berubah mengikuti kondisi angin. 

Pada pemantauan 7 September 2026, abu vulkanik teramati hingga ketinggian sekitar 15.000 kaki dan bergerak ke arah barat. 

Kondisi tersebut membuat aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam pengoperasian penerbangan. Pemerintah juga memperpanjang penutupan sementara sejumlah bandara yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sebagai langkah mitigasi keselamatan penerbangan. 

Bandar Udara Komodo bersama maskapai dan seluruh pemangku kepentingan penerbangan masih memantau perkembangan kondisi abu vulkanik. 

Operasional penerbangan selanjutnya akan disesuaikan dengan hasil pemantauan serta informasi keselamatan penerbangan yang berlaku. (Iar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.