Renorpa Dorong Sasi Modern Atasi Persoalan Sampah di Kabupaten Kaimana
Hans Arnold Kapisa September 07, 2026 04:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - Komunitas Rerum Novarum Papua (Renorpa) dorong penerapan nilai-nilai kearifan lokal melalui konsep Sasi Modern sebagai solusi penanganan persoalan sampah di Kaimana, Papua Barat.

Gagasan tersebut dibahas dalam Musyawarah Sasi Modern tentang Sampah yang digelar Renorpa bersama BLUD Abadi Fund dan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) di Kaimana, Sabtu (5/9/2026).

Kepala Kampung Trikora, Simeon Mode Heru, mengapresiasi langkah Renorpa dan mitra yang dinilai memberi perhatian serius terhadap persoalan lingkungan dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

Menurutnya, musyawarah tersebut menjadi ruang bersama bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk membangun kesadaran, komitmen, serta tanggung jawab menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Baca juga: Pemkab Kaimana Dapat Bantuan Sarana Penunjang Pengelolaan Sampah

“Persoalan sampah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah kampung. Penanganannya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, kelompok masyarakat, pemuda, hingga keluarga,” ujar Simeon kepada TribunPapuaBarat.com, Senin (7/9/2026).

Simeon menegaskan, Kampung Trikora merupakan salah satu kawasan yang menjadi wajah Kabupaten Kaimana sebelum memasuki wilayah perkotaan.

Karena itu, kebersihan dan keindahan lingkungan perlu menjadi perhatian bersama.

Baca juga: Digagas Simeon Modeheru, Kampung Trikora jadi Pelopor Penataan Arsip di Kaimana

Ia berharap Kampung Trikora dapat menjadi kawasan yang nyaman, sehat, bersih, dan membanggakan bagi masyarakat.

“Dengan semangat gotong royong, kita dapat mewujudkan Kampung Trikora yang nyaman, indah, dan menjadi kebanggaan bersama,” tuturnya.

Simeon juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Renorpa, pemerintah kampung, masyarakat, komunitas, serta lembaga pendukung untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan seluruh pihak menjadi kunci agar gerakan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat berjalan berkelanjutan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.