Desil 9 Bikin Anak Warga Bengkulu Tengah Terancam Gagal Kuliah, Bupati Minta Lapor BPS
Rita Lismini September 07, 2026 04:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Sejumlah warga di Kabupaten Bengkulu Tengah mengeluhkan tingginya angka desil yang tercatat dalam data Kementerian Sosial (Kemensos).

Tingginya angka desil tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap akses masyarakat mendapatkan sejumlah program bantuan pemerintah, termasuk bantuan pendidikan.

Salah satunya dialami Lusiana, warga Desa Talang Empat, Kecamatan Karang Tinggi, Bengkulu Tengah.

Lusiana tercatat memiliki Desil 9 berdasarkan data Kemensos.

Ia mengetahui status tersebut setelah melakukan pengecekan data secara online dan kemudian memastikan kepada perangkat desa.

"Saya cek online, tulisannya Desil saya 6-10, setelah itu, saya tanya dengan perangkat desa untuk memastikan, ternyata desil saya 9," ujar Lusiana.

Penghasilan Suami Hanya Rp50 Ribu dalam Dua Hari

Lusiana mengaku bingung dengan status Desil 9 tersebut.

Menurutnya, kondisi ekonomi keluarganya tidak menggambarkan keluarga dengan tingkat kesejahteraan seperti yang tercermin dalam angka desil tersebut.

Suaminya hanya bekerja sebagai buruh bongkar kelapa sawit.

Penghasilan yang diperoleh pun tidak menentu.

"Suami saya hanya buruh bongkar kelapa sawit dengan penghasilan rata-rata Rp50 ribu dalam dua hari," katanya.

Kondisi tersebut semakin dikhawatirkan karena anak Lusiana saat ini akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Selama duduk di bangku SMP hingga SMA, anaknya merupakan penerima Program Indonesia Pintar (PIP).

Lusiana berharap anaknya bisa kembali mendapatkan bantuan pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) saat melanjutkan kuliah.

Namun, status Desil 9 membuatnya khawatir kesempatan tersebut tertutup.

"Rencananya nanti kuliah coba kejar program KIP, tapi dengan desil 9 ini jelas tidak bisa mendaftar," ujarnya.

Lusiana berharap pemerintah dapat melakukan pengecekan ulang terhadap data keluarganya.

Ia juga berharap angka desil keluarganya dapat disesuaikan dengan kondisi ekonomi yang sebenarnya sehingga anaknya tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan bantuan pendidikan dan melanjutkan kuliah.

Bupati Minta Warga Lapor ke BPS

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto meminta masyarakat yang merasa angka desilnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya untuk segera melapor kepada Badan Pusat Statistik (BPS).

Rachmat mengatakan, dirinya baru saja bertemu dengan Kepala BPS Bengkulu Tengah dan menyampaikan persoalan warga yang mengalami ketidaksesuaian data desil.

"Tadi saya baru saja ketemu dengan Kepala Badan Pusat Statistik dan beliau menyampaikan, bagi warga kita yang mengalami kendala seperti itu, segera lapor ke BPS," kata Rachmat saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, masyarakat dapat menyampaikan keluhan terkait kondisi data yang dianggap tidak sesuai.

BPS nantinya akan melakukan verifikasi ulang terhadap data tersebut.

"Sampaikan keluhannya, nanti kawan-kawan BPS akan membantu, akan memperbaiki datanya," ujarnya.

Rachmat mengimbau seluruh masyarakat Bengkulu Tengah yang merasa angka desilnya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya agar segera menyampaikan laporan.

"Jadi seluruh masyarakat Bengkulu Tengah, siapapun itu, dimanapun berada di wilayah Bengkulu Tengah ini, yang ternyata mengalami atau mengklaim bahwa posisi desil tidak sesuai dengan kenyataannya, silakan datang ke BPS," katanya.

Ia menegaskan, data masyarakat akan diverifikasi kembali dan disesuaikan dengan kondisi terbaru.

"Nanti BPS akan memverifikasi ulang dan akan menyesuaikan dengan kondisi ter-update daripada yang bersangkutan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.