Tragedi Pembubaran Balap Liar di Banyumas, Remaja 13 Tahun Meninggal, Diduga Dipukul Kayu
deni setiawan September 07, 2026 05:10 PM

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Seorang remaja asal Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas meninggal diduga menjadi korban pemukulan atas kericuhan pembubaran balap liar di Purwokerto. 

Remaja berinisial SH (13) meninggal setelah diduga mengalami pemukulan ketika melintas menggunakan sepeda motor bersama temannya pada Sabtu (5/9/2026) dini hari.

Peristiwa pembubaran aksi balap liar yang berujung kericuhan itu menjadi perhatian setelah videonya viral di media sosial.

Baca juga: Kesaksian Siswanto Temukan Jenazah Mozza di Jangli Semarang, Ranting Patah Jadi Petunjuk

Berdasarkan keterangan keluarga korban, Jumat (4/9/2026) malam, SH pergi nongkrong di kawasan menara bersama dua temannya.

Mereka kemudian pulang pada Sabtu (5/9/2026) sekira pukul 03.00 melalui jalur Karangbawang arah Berkoh.

Saat melintas di lokasi terjadinya kericuhan itu, SH yang mengendarai motor bersama temannya tiba-tiba dipukul menggunakan kayu. 

Pukulan tersebut mengenai bagian kepala dan lengan SH.

Keluarga almarhum, Ukas mengatakan, SH tidak mengetahui adanya kericuhan tersebut.

Dia juga menegaskan korban tidak ikut dalam aksi balap liar. 

Setelah melarikan diri dari lokasi dalam kondisi panik, SH kemudian tiba di rumah salah satu temannya.

Di tempat tersebut, kondisi SH mulai mengeluh karena sakit pada bagian kepala. Dia juga sempat mengalami pusing.

Saat hendak diantar pulang oleh temannya, kondisi korban disebut sudah sempoyongan.

"Dia mengeluhkan kepalanya sakit dan pusing. Saat mau diantar pulang oleh temannya juga sempat sempoyongan," katanya, Senin (7/9/2026). 

SH akhirnya sampai di rumah. Namun beberapa waktu kemudian, dia ditemukan oleh tetangganya dalam kondisi tidak sadarkan diri di depan rumah.

Korban juga sempat mengalami kejang-kejang sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

• Banyumas Berstatus Awas Kekeringan, 50 Desa Terdampak dan 44.545 Jiwa Kekurangan Air

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang disampaikan keluarga, SH mengalami pendarahan otak dan patah tulang pada bagian lengan.

"Dibawa rumah sakit, baru tahu apabila kepalanya benjol besar," katanya. 

Keluarga juga menegaskan SH tidak terlibat dalam aksi balap liar. Saat kejadian, Syaif disebut menggunakan motor Honda Supra Fit milik orangtuanya. 

Keluarga menyebut kendaraan tersebut digunakan SH untuk perjalanan bersama temannya dan bukan untuk mengikuti aksi balap liar.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Banyumas, Kompol Ardi Kurniawan mengatakan, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut.

Meski demikian, polisi tetap melakukan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Kompol Ardi mengatakan, petugas masih menghimpun berbagai data dan informasi sebelum menyampaikan perkembangan kasus tersebut secara lengkap.

"Segera kami sampaikan, karena masih penyelidikan," katanya.

Polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk informasi mengenai dugaan pengeroyokan serta kaitannya dengan pembubaran aksi balap liar.

Penyelidikan dilakukan memastikan apa yang sebenarnya terjadi hingga SH mengalami luka, kemudian meninggal setelah kejadian tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.