Penjelasan BMKG Matahari Berwarna Merah Pekat di Sumut, Fenomena Atmosfer Ternyata Ini Penyebabnya
pairat September 07, 2026 05:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) akhirnya angkat bicara setelah heboh fenomena matahari tampak kemerahan pekat di Sumatera Utara (Sumut).

Sebelumnya beredar tayangan sebuah video yang memperlihatkan matahari tampak kemerahan pekat dan menjadi viral di sosial media.

Fenomena viral ini dibagikan akun sosial media milik @medantalk, dalam video itu terlihat matahari tersebut berbentuk bulat dan kemerahan warna merah. pekat. 

Dalam akun tersebut dijelaskan masyarakat heboh karena warna matahari yang pekat.

"Heboh matahari merah pekat, tanda apa," tulis di akun instagram @medantalk yang dilihat, Senin (7/9/2026).

"Efeknya akan semakin terlihat ketika posisi Matahari masih rendah, seperti pada pagi atau sore hari," ucapnya.

Diterangkannya, untuk kondisi di Sumatera Utara terutama Medan saat itu, keberadaan aerosol di atmosfer di duga menjadi salah satu faktor yang memperkuat warna kemerahan tersebut. 

Dikatakannya, berdasarkan kondisi atmosfer terpantau cuaca haze ( udara kabur) yang terjadi dari di Medan dan sekitarnya pada sore hingga malam hari.

"Jadi, fenomena Matahari tampak merah yang terlihat masyarakat Medan kemarin pada dasarnya merupakan efek optik atmosfer. Bukan berarti Mataharinya berubah warna, tetapi cahaya Matahari mengalami proses hamburan dan penyaringan oleh kondisi atmosfer sebelum sampai ke mata penglihat,"katanya.

Indro meminta masyarakat agar tidak panik. Namun, memang berdampak pada jarak pandang saat berkendara menurun.

"Masyarakat juga tidak perlu panik. Namun, apabila kondisi udara terlihat berkabut atau berasap dan jarak pandang menurun, masyarakat diimbau tetap memperhatikan kualitas udara," ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.