Antisipasi Sebaran Abu Vulkanik Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Polres Kuningan Bagikan Masker
Mutiara Suci Erlanti September 07, 2026 05:11 PM

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN -  Upaya antisipasi terhadap dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi terbawa angin hingga wilayah Jawa Barat.

Hal ini membuat sejumlah anggota Polres Kuningan membagikan masker secara gratis kepada warga di beberapa tempat yaitu Taman Cirendang, Perempatan Cijoho, Perempatan Citamba dan Taman Kota Kuningan.

"Pembagian masker tsebagai bentuk kepedulian Polres Kuningan terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat, khususnya untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik," ungkap Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Azis mewakili Kapolres Kuningan, AKBP Bellen Anggara Pratama kepada wartawan, Senin (7/9/2026).

Diketahui Anggota Satreskrim dan Satlantas Polres Kuningan membagikan masker kepada warga dan pengguna jalan yang beraktivitas di sejumlah titik.

"Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara di lingkungan masing-masing," ungkap pria bergelar sarjana hukum tersebut.

AKP Abdul Azis mengatakan, pembagian masker merupakan langkah preventif untuk membantu masyarakat melindungi saluran pernapasan dari kemungkinan paparan abu vulkanik.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Pembagian masker ini merupakan langkah antisipasi agar masyarakat dapat melindungi diri, terutama saluran pernapasan, apabila terjadi paparan abu vulkanik,” ujar AKP Abdul Azis.

Selain menggunakan masker, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara mulai berdebu.

“Gunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas cukup tinggi di luar ruangan. Sebisa mungkin kurangi aktivitas di luar apabila kondisi udara kurang baik,” katanya.

Imbauan kesehatan juga diberikan kepada masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan.

Warga yang mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, tenggorokan terasa perih, atau keluhan kesehatan lainnya setelah terpapar abu vulkanik agar segera beristirahat dan mendapatkan pemeriksaan medis apabila keluhan berlanjut atau semakin berat.

Masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, juga diimbau lebih berhati-hati dan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara menurun.

Warga juga dianjurkan menjaga kebersihan diri setelah beraktivitas di luar rumah, termasuk mencuci tangan dan wajah serta mengganti pakaian yang terkena debu.

 Jika mata terpapar abu, masyarakat dianjurkan tidak menggosok mata dan membilasnya dengan air bersih.

“Untuk masyarakat yang merasakan keluhan kesehatan, jangan dipaksakan beraktivitas. Segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan atau keluhan lainnya yang cukup berat,” ujar AKP Abdul Azis.

Polres Kuningan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait perkembangan erupsi dan dampaknya. Warga diminta memperoleh informasi dari sumber resmi pemerintah dan instansi terkait. (*) 
 

--

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.