Akses Udara Terganggu Abu Vulkanik, Jalur Darat Jadi Penopang Stabilitas Kunjungan Wisatawan ke DIY
Hari Susmayanti September 07, 2026 05:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Eling Priswanto, menyatakan bahwa penutupan sejumlah bandara di Indonesia akibat erupsi gunung berapi belum berdampak pada penurunan jumlah wisatawan secara signifikan di DIY pada Senin (7/9/2026).

Mayoritas wisatawan mancanegara maupun domestik tercatat hanya mengalami penundaan jadwal kedatangan, sementara mobilitas wisatawan melalui jalur darat terpantau tetap berjalan normal.

Menyikapi sebaran abu vulkanik yang memicu penutupan akses lalu lintas udara, termasuk bandara di Jakarta yang berimbas pada pembatalan berbagai rute penerbangan nasional, Eling tidak menampik adanya kerugian waktu bagi para pelancong.

Kendati demikian, Dinas Pariwisata (Dispar) DIY langsung mengambil langkah cepat untuk memitigasi dampak lanjutan terhadap sektor pariwisata daerah.

"Kalau bicara dampak, sudah jelas pasti ada. Karena dari kejadian kemarin, bandara langsung ditutup. Tentunya hal itu memengaruhi orang yang tidak jadi ke Jogja, atau wisatawan khususnya yang melalui jalur penerbangan. Tapi, hal itu bisa kita antisipasi. Kita selalu berkoordinasi dengan teman-teman Angkasa Pura maupun pihak-pihak terkait lainnya," ujar Eling, Senin (7/9/2026).

Langkah antisipasi diwujudkan dalam bentuk diseminasi informasi secara seketika (real-time) kepada para pelaku industri pariwisata.

Baca juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, YIA Siap Jadi Bandara Alternatif

Penundaan maupun pembatalan jadwal penerbangan langsung diteruskan kepada pengelola akomodasi agar penyesuaian layanan dapat segera dilakukan.

"Setelah kita dapatkan pembaruan informasi terkait pesawat yang dibatalkan atau ditunda, kemudian kebijakan penutupan bandara, tentunya itu kita informasikan kepada teman-teman perhotelan dan pelaku wisata di DIY sehingga mereka juga bisa segera bergerak mengantisipasi langkah-langkah yang bisa dilakukan. Secara prinsip, wisatawan di DIY kemungkinan tidak menurun, hanya tertunda masuknya ke Jogja karena ada penerbangan yang ditunda. Beberapa hari ke depan (kunjungan) juga akan meningkat lagi," paparnya.

Terkait arah sebaran abu vulkanik, Dispar DIY terus menjalin komunikasi lintas instansi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Kementerian Pariwisata.

Berdasarkan pantauan satelit sebelumnya, abu vulkanik sempat terdeteksi mengarah ke wilayah Yogyakarta, namun hal tersebut dipastikan belum memberikan imbas nyata di lapangan.

"Kalau dari sisi antisipasi prediksi arah abu vulkanik, tentunya kita selalu berkoordinasi dengan teman-teman BMKG dan Kemenpar yang melakukan rilis resmi.

Meskipun kemarin secara satelit sempat mengarah ke Jogja, kenyataannya sepertinya tidak terlalu berdampak dan semoga tidak mengarah ke Jogja karena itu faktor alam," jelas Eling.

Mengenai potensi pembatalan kamar hotel atau penjadwalan ulang (reschedule) dari pihak wisatawan, Eling meyakini fenomena tersebut terjadi di lapangan.

Meski demikian, hingga saat ini Dispar DIY belum menerima laporan gejolak pembatalan yang luar biasa dari para pelaku usaha wisata.

"Kalau sejauh ini, tentunya itu ada. Karena saya yakin, orang yang mau ke Jogja terus tidak jadi, hotel dan penginapannya pasti dibatalkan. Tapi sampai dengan saat ini, belum ada laporan resmi ke kami terkait dampak yang cukup signifikan untuk wisatawan di DIY. Tidak terlalu banyak laporan yang masuk karena ke DIY tidak hanya mengandalkan penerbangan saja. Wisatawan yang melalui jalur darat menggunakan mobil pribadi tetap bisa ke Jogja," pungkasnya.

Sebagai informasi, erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) diketahui telah menyebabkan penutupan ruang udara di Jakarta akibat paparan abu vulkanik.

Hal ini berimbas pada rantai pembatalan puluhan jadwal penerbangan maskapai nasional dari dan menuju berbagai wilayah operasional bandara. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.