Anggito Abimanyu Main Seruling di LFF 2026, Ajak Anak Muda Tangguh Hadapi Badai Kehidupan
Hari Susmayanti September 07, 2026 05:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, LAMPUNG - Permainan seruling dari Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu sukses menghipnotis pengunjung yang menghadiri penutupan Lampung Finansial Festival 2026, di Ballroom Hotel Novotel Lampung, Minggu (6/9/2026).

Anggito memainkan seruling dan membawakan lagu yang terinspirasi dari film animasi Jumbo.

Melalui permainan seruling tersebut, Anggito mengajak kepada seluruh audiens untuk terus bekerja keras meraih kesuksesan.

“Kerja keras akan membawa hasil. Untuk menjadi bahagia, tidak harus selalu sempurna,” ujar Anggito dikutip dari Tribun Lampung.

Menurut Anggito, dalam kehidupan, ada berbagai tantangan yang dihadapi.

Untuk itu Anggito mengajak generasi muda untuk tidak mudah menyerah menghadapi berbagai persoalan yang menghadang.

Menurutnya, ketangguhan dibutuhkan agar seseorang mampu melewati badai yang datang, sekaligus memiliki strategi perlindungan untuk menghadapi risiko.

Dalam kesempatan itu, Anggito juga mengajak peserta yang hadir untuk memperbanyak pengalaman dan tidak ragu belajar dari orang-orang yang telah lebih dahulu menjalankan usaha maupun melewati berbagai tantangan.

Perjalanan hidup kemudian ia gambarkan melalui sosok burung camar yang terbang tinggi, menembus batas dan menghadapi badai untuk menemukan makna kehidupan.

Pesan itu dikaitkan Anggito dengan lagu Burung Camar yang dipopulerkan Vina Panduwinata.

Ia menggambarkan kehidupan sebagai sebuah perjalanan yang perlu dijalani secara harmonis melalui proses belajar, pengalaman, kerja keras dan tanggung jawab.

"Terbanglah tinggi menembus batas, teruslah mencari jati diri dan makna kehidupan, dengan menuntut ilmu setinggi-tingginya serta bekerja keras, karena kerja keras yang dijalani dengan sungguh-sungguh pada akhirnya akan membuahkan hasil," tekannya lagi.

Baca juga: Jadi Pembicara di Lampung Financial Festival 2026, Ini Pesan Zulkifli Hasan

Anggito juga memperlihatkan sisi lain dirinya dengan berbagi cerita mengenai ketertarikannya terhadap seni.

Salah satu sosok yang turut digandeng dalam momen tersebut secara daring ada pelukis sketsa profesional Bambang Herras.

Suasana interaktif pun terlihat ketika sesi berlangsung.

Dalam kuis yang diberikan kepada peserta, dua orang berhasil menjawab pertanyaan dan berhak memperoleh beasiswa selama satu tahun.

Mereka adalah mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) dan siswi SMAN 7 Bandar Lampung.

Pengetahuan keduanya mengenai LPS tidak diperoleh secara instan.

Sebelum mengikuti acara, mereka telah mencari informasi mengenai LPS.

Edukasi yang sebelumnya diberikan melalui rangkaian Road to LFF 2026 di lingkungan kampus bahkan turut membantu mereka memahami peran dan fungsi lembaga tersebut.

Sesi Anggito kemudian berlangsung semakin akrab.

Peserta bernyanyi bersama membawakan lagu Laskar Pelangi dan mendapat kesempatan terhubung melalui video call dengan Giring Nidji sebelum sesi tersebut berakhir.

Panggung selanjutnya menghadirkan Founder and Chairman CT Corp Chairul Tanjung. 

Perjalanan hidup Chairul ditampilkan melalui film dokumenter yang menggambarkan masa kecilnya dalam keluarga sederhana hingga membangun karier sebagai pengusaha.

Kisah yang memperlihatkan pentingnya kerja keras, doa dan kemampuan melihat peluang dalam menentukan perjalanan seseorang.

Sesi dikemas dalam bentuk coaching clinic, dengan mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi peserta yang telah menjalankan usaha.

Sejumlah pelaku usaha bergantian menyampaikan tantangan bisnis mereka untuk kemudian mendapatkan masukan dari CT, sapaan akrab Chairul Tanjung.

Salah satu masukannya terkait dunia bisnis yang penuh pesaing dan mulai terancam perkembangan teknologi.

Menurutnya, pelaku usaha perlu berani mengevaluasi bisnisnya dan mencari peluang baru yang lebih prospektif.

Chairul juga mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya mempertahankan produk yang sudah umum.

Inovasi dapat dilakukan dengan menciptakan produk yang lebih mengikuti perkembangan selera konsumen.

Pada saat yang sama, 'Si Anak Singkong' ini mendorong semua pihak menjadikan kecanggihan teknologi termasuk artificial intelligence (AI) sebagai wadah meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaan.

“AI bukan pengganti kreativitas, tetapi bisa lebih membantu dalam pekerjaan,” tegasnya.

Sebelum sesi menarik dari dua tokoh tersebut, acara di hari kedua sekaligus hari terakhir gelaran LFF 2026 itu sempat diisi sesi Mini Talkshow, Investment Talk, hingga Business Talks.

Disemarakkan juga oleh Stand Up Comedy Marshel Widianto dan bakal ditutup dengan Music Performance.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.