- Rudal baru Iran disebutnya telah menciptakan neraka bagi Amerika Serikat (AS).
Bahkan, hal itu pada akhirnya membuat kapal perang Washinton terdesak dan memilih untuk melarikan diri alias mundur.
Mengutip Al Mayadeen pada (7/9), Iran kembali menegaskan kekuatannya dalam konfrontasi militer melawan Amerika Serikat di wilayah strategis Timur Tengah.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengungkapkan bahwa Teheran baru saja menguji coba rudal anti-kapal perusak baru untuk pertama kalinya.
Uji coba rudal berteknologi baru tersebut dilakukan secara mengejutkan tepat di dekat kapal perang milik Washington.
Rezaei secara tegas mengklaim bahwa kehadiran rudal baru ini sanggup menciptakan neraka nyata bagi pasukan militer Amerika Serikat.
Menurutnya, daya hancur dan ancaman dari senjata tersebut bahkan berhasil memaksa kapal perang AS untuk segera melarikan diri dari kawasan tersebut.
“Rudal baru ini menciptakan neraka bagi Amerika, memaksa mereka untuk melarikan diri,” katanya.
Langkah manuver militer ini memicu eskalasi ketegangan yang kian memuncak di antara kedua negara.
Selain uji coba senjata, Iran juga menolak mentah-mentah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut Selat Hormuz masih beroperasi secara normal.
Rezaei menuding pernyataan Trump sebagai bentuk kebohongan besar kepada publik internasional.
Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz kini benar-benar tertutup dan lalu lintas kapal maritim telah merosot drastis akibat konflik yang terjadi.
Langkah agresif Teheran ini merupakan aksi balasan atas blokade angkatan laut serta tekanan perang yang terus dilancarkan oleh Washington.
Sebagai bentuk ketegasan lainnya, pasukan Iran juga dilaporkan telah melancarkan serangan berskala besar ke pangkalan militer Titen AS di Yordania.
Rezaei menyebutkan bahwa pangkalan Titen serta posisi militer AS di Erbil sebenarnya telah lama menjadi target tembak yang sengaja ditahan pada awal konfrontasi.
Ia menyimpulkan bahwa serangkaian serangan Iran pada akhirnya memaksa Trump mundur dan membatalkan rencana perang 10 hari yang sempat diumumkannya.