Hendak ke Car Free Day, Motor Scoopy Ditemukan Hangus Tinggal Rangka di Area Sawah Bangkalan
Syamsul Arifin September 07, 2026 05:48 PM

 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Satu unit kendaraan Honda Scoopy ditemukan dalam hangus menyisakan rangka di area persawahan, tepat di balik tembok samping rumah korban, Devita Ariani (33), warga Kampung Bungsang, Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan pada Minggu (6/9/226) sekitar pukul 06.00 WIB. Korban juga kehilangan sepeda pancal Polygon yang diparkir bersama Scoopy di garasi depan rumahnya. 

Gurat wajah kesedihan masih tergambar jelas pada wajah Devita saat ditemui di rumahnya pada Senin (7/9/226) siang. Ia melangkah menuju bekas lokasi motornya yang hangus dimakan api, berjarak sekitar 3 meter dari pintu samping kanan tembok rumahnya.  

Sementara kerangka motor bermesin matic warna merah dengan nopol M 5093 IG yang sudah berbalut police line, disandarkan begitu saja pada pohon kelengkeng di pekarangan rumahnya dengan posisi kemudi terkunci. 

"Syok tentunya, semalamnya kan masih senang tapi pagi tahunya sepeda sudah seperti ini. Saat ditemukan sudah tidak ada asap, baunya sudah tidak ada, tinggal kerangka," ungkap Devita. 

Ia mulai merasa ada yang tidak beres ketika ibunya mulai mencari dan menanyakan keberadaan Scoopy. Motor lansiran 2022 itu hendak dipakai ke gelaran Car Free Day Minggu pagi di kawasan Alun-alun Kota Bangkalan. 

Padahal sejak Sabtu malam, motor itu tidak dipakai Devita untuk menghadiri acara di Bangkalan Plaza. Sehingga posisinya masih berada di garasi depan rumah bersama sepeda gunung dan Honda Beat.  

"Ketika ibu bilang motor tidak ada pada Minggu pagi, saya sudah feeling (merasa) kalau motor dan sepeda Polygon dimaling. Posisi motor paling dekat dengan pintu samping, di depannya ada sepeda pancal dan Beat," jelas Devita. 

Konidisi itu mulai membuat Devita dan keluarga panik. Ia sempat mengecek keberadaan motor dan sepeda di samping rumah, di garasi tetangga tetapi tidak ditemukan.

"Sehingga saya langsung berinisiatif melihat ke samping rumah karena memang sawah. Siapa tahu ada jejak, ternyata (motor) sudah hangus dan sepeda hilang," papar Devita. 

Baca juga: Kembar Kakak Beradik di Bangkalan Ditangkap Jualan Sabu, Kompak Berbagi Tugas Pantau Pembeli

Kejadian Kedua Sejak 2012 

Keluarga Devita tinggal di Kampung Bungsang, Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan sejak tahun 2012. Rumahnya yang menghadap ke arah Timur merupakan rumah deretan terakhir, berbatasan langsung dengan area persawahan pada sisi Selatan rumah. 

"Dulu pernah kehilangan tas berisi sejumlah uang, dokumen-dokumen berikut tasnya ditemukan tak jauh dari sini. Sekarang kejadian motor seperti ini, sepeda pancal hilang," tutur Devita. 

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara setelah kasus dugaan tindak pidana pengrusakan itu dilaporkan korban ke Polres Bangkalan pada Minggu (6/9/2026).  

"Kami merasa tidak pernah ada masalah dengan orang lain. Saya juga bingung (kenapa motor tidak dibawa kabur), kenapa motor yang dibakar dan sepeda pancal dibawa kabur?," pungkasnya. 

Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama mengungkapkan, korban telah melapor ke Mapolres Bangkalan yang didampingi ibunya atas perkara dugaan tindak pidana pengrusaka. 

"Perkara ini sedang didalami penyidik satreskrim untuk menguak motif dugaan kendaraan tersebut dibakar," singkat Agung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.