TRIBUN-SULBAR.COM - Dua Wanita saudara kandung terlibat pertengkaran, hingga Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polresta Mamuju harus turun tangan, Minggu (6/9/2026) malam. Kejadian ini terjadi di Jalan Baharuddin Lopa, Mamuju.
Kedua perempuan inisial AIN dan PR.
Baca juga: Meriahkan Pesta Panen Warga Polman Laksanakan Balap Motor Taksi Gabah
Baca juga: Berakhir Kekeluargaan Konflik Jual Beli Rumah di Tanduk Kalua Mamasa Lalui Jalur Damai
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun petugas, keributan tersebut diduga dipicu oleh kondisi AIN bersama suaminya, pria berinisial HR.
Keduanya diduga berada dalam pengaruh minuman keras.
Keributan bermula ketika terjadi pertengkaran antara AIN dan PR.
Melihat situasi tersebut, mertua serta sejumlah tetangga berupaya melerai keduanya agar pertengkaran tidak semakin meluas.
Namun, upaya untuk melerai tersebut diduga tidak diterima oleh AIN dan HR sehingga sempat terjadi keributan yang mengundang perhatian warga di sekitar lokasi.
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Menurutnya, personel URC segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Benar, Tim URC Polresta Mamuju segera mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan situasi serta mencegah keributan kembali terjadi,” kata Herman.
Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas langsung melakukan pengecekan sekaligus meminta keterangan dari pihak-pihak yang terlibat maupun sejumlah warga di sekitar lokasi.
Tim URC Polresta Mamuju kemudian mengambil langkah cepat dengan menenangkan pihak-pihak yang terlibat serta melakukan upaya pencegahan agar situasi tidak kembali memanas.
“Petugas kemudian menenangkan pihak-pihak yang terlibat dan memastikan situasi kembali aman serta kondusif,” jelas Herman.
Respons cepat tersebut menjadi bagian dari upaya Polresta Mamuju dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam menangani setiap laporan warga yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.
Polresta Mamuju juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi ketika menghadapi persoalan, terlebih dalam lingkungan keluarga. (*)